https://surabaya.times.co.id/
Berita

Khofifah Targetkan Desa Mandiri Berkelanjutan Jadi Fondasi Indonesia Maju 2045

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:41
Jumlah Desa Mandiri di Jatim Terbanyak Nasional, Kontribusi 23 Persen Jatim menempati peringkat pertama nasional sebagai provinsi dengan jumlah Desa Mandiri terbanyak di Indonesia, Kamis (15/1/2026). (Foto: Dok.Humas Pemprov Jatim)

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat jumlah Desa Mandiri terbanyak secara nasional dengan kontribusi sebesar 23 persen. Jumlahnya 4.716 titik. Sebagai perbandingan, saat ini secara nasional tercatat ada 20.503 Desa Mandiri, 23.579 Desa Maju, 21.813 Desa Berkembang, 4.672 Desa Tertinggal, dan 4.694 Desa Sangat Tertinggal.

Berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 343 Tahun 2025 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa Tahun 2025, Jatim menempati peringkat pertama nasional sebagai provinsi dengan jumlah Desa Mandiri terbanyak di Indonesia. Jatim turut memberikan kontribusi signifikan dalam percepatan pembangunan desa di Indonesia.

"Secara nasional sebanyak 23 persen Desa Mandiri berada di Jawa Timur, ke depan desa-desa ini diharapkan akan menjadi desa berkelanjutan,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (15/1/2026).

Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk membangun Desa Mandiri Berkelanjutan sebagai fondasi utama mewujudkan Indonesia Maju 2045. Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional 2026, Kamis (15/1/2026).

Gubernur Khofifah juga menyampaikan, bahwa pembangunan desa harus menyentuh aspek paling mendasar sekaligus berkelanjutan, karena desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional.

"Kami akan mendorong agar desa-desa mandiri ini juga akan menjadi desa berkelanjutan," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi.

Menurutnya, Desa Mandiri dan Berkelanjutan menjadi fondasi awal bagi terwujudnya Indonesia Maju.

Desa yang mampu mengelola dan mengoptimalkan potensi serta sumber daya lokal, akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat.

"Desa berkelanjutan akan mampu mengoptimalkan pemanfaatan potensi dan sumber daya yang ada di desa untuk meningkatkan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat," jelasnya.

Dikatakan Khofifah, ketika desa-desa mandiri mampu memaksimalkan resources (sumber daya) yang ada, maka cita-cita Indonesia maju akan dimulai dari desa-desa mandiri dan berkelanjutan ini.

Pernyataan tersebut selaras dengan tema Hari Desa Nasional tahun ini, “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia.”

Tema itu diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh perangkat desa untuk terus memajukan wilayahnya serta memperkuat peran desa dalam pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menjelaskan, pembangunan desa berkelanjutan harus mencakup peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, pelayanan kesehatan yang memadai, serta pelestarian lingkungan.

"Banyaknya Desa Mandiri di Jatim akan didorong untuk menjadi desa berkelanjutan," tegasnya.

Program Strategis Pendorong Kemajuan Desa 

Guna mendukung hal tersebut, Pemprov Jatim terus menggulirkan berbagai program strategis. Salah satunya Program Desa Berdaya yang telah dilaksanakan sejak 2021 hingga saat ini di 538 desa yang tersebar di 29 kabupaten/kota, termasuk Kota Batu.

“Program ini menjadi ikhtiar untuk menemukenali ikon-ikon desa yang potensial untuk dibranding secara ekonomi, sehingga desa memiliki kekhasan atau tematik tersendiri,” ungkap Khofifah.

Selain itu, kata Khofifah, Pemprov Jatim juga menjalankan Program Desa Wisata Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera (Dewi Cemara) yang telah diimplementasikan di 149 desa wisata.

Program ini bertujuan memperkecil kesenjangan antara desa dan kota melalui penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

"Program-program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan," katanya.

Tak hanya itu, Jatim juga mengembangkan Program Desa Devisa yang bertujuan meningkatkan akses pasar ekspor bagi produk-produk lokal desa.

Program itu disebutnya sebagai bentuk nyata bahwa pemberdayaan masyarakat, utamanya untuk ekspor bisa dimulai dari lini mana saja.

"Desa Devisa ini bisa meningkatkan kinerja ekspor sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya pengrajin,” imbuhnya. 

Berbagai program pembangunan desa tersebut juga diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor, melibatkan dunia usaha dan perguruan tinggi, guna melahirkan inovasi pembangunan desa yang adaptif terhadap tantangan zaman.

"Kami mendorong desa-desa di Jawa Timur untuk terus berbenah dan meningkatkan status kemajuan serta kemandiriannya, menuju desa yang sejahtera dan berkelanjutan," harapnya.

Di momentum Hari Desa Nasional, Gubernur Khofifah tak lupa mengajak seluruh perangkat desa untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki dan memperkuat peran strategis pemerintah desa dalam mewujudkan desa mandiri berkelanjutan.

"Selamat Hari Desa Nasional, mari bersama-sama membangun desa, mewujudkan Desa Mandiri Berkelanjutan, karena desa terdepan akan berkontribusi penuh untuk kemajuan Indonesia," jelasnya. (*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.