TIMES SURABAYA, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi contoh langsung penggunaan transportasi publik dengan menaiki Bus Trans Jatim saat mengunjungi destinasi wisata edukasi Gresik Universal Science (GUS) di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah mengajak sang Cucu tercinta dan didampingi oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, serta Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono. Rombongan berangkat dari Terminal Bunder menuju kawasan Islamic Center Balongpanggang, lokasi berdirinya GUS.
Kehadiran Gubernur Khofifah dengan menggunakan moda transportasi massal dinilai sebagai pesan simbolik kuat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap penguatan layanan angkutan publik. Langkah ini sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan terjangkau.
Khofifah mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menghadirkan GUS sebagai destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital. Menurutnya, GUS mampu menampilkan kekayaan budaya, sejarah, serta potret sosial dan ekonomi masyarakat Gresik secara komprehensif.
“Yang ditampilkan di sini sangat lengkap, mulai dari budaya, kuliner, hingga mata pencaharian masyarakat. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengemas sejarah dan potensi lokal secara modern dan menarik,” kata Khofifah, Senin (5/1/2026).
Gubernur Khofifah menilai pendekatan audio visual yang diterapkan GUS relevan dengan kebiasaan generasi masa kini. Integrasi teknologi dinilai menjadi kunci agar literasi tetap tumbuh di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
“Masyarakat sekarang lebih suka mendengar dan melihat. Dengan pendekatan audio visual seperti ini, literasi tetap tersampaikan tanpa kehilangan esensi pengetahuan,” jelasnya.
Salah satu area yang menyita perhatian Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Menurut Khofifah, ruang tersebut mampu menjadi jembatan antara seni tradisi dan generasi muda.
“Instalasi Damarkurung ini sangat kuat. Saya berharap bisa memantik minat anak-anak muda dan melahirkan talenta baru penerus Mbah Masmundari,” ucapnya.
Terkait aksesibilitas, Khofifah menilai lokasi GUS sangat strategis karena terintegrasi langsung dengan rute Bus Trans Jatim.
“Konektivitas Bus Trans Jatim akan memperkuat GUS sebagai destinasi wisata edukasi yang inklusif, mudah dijangkau, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan sektor pariwisata dan literasi di Jawa Timur,” tutur Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono menegaskan bahwa pengembangan Trans Jatim memang dirancang untuk mendukung konektivitas antarwilayah, khususnya menuju destinasi wisata dan sentra UMKM di setiap koridor.
“Setiap koridor Trans Jatim kami arahkan agar terhubung dengan titik-titik strategis, seperti kawasan wisata, pusat ekonomi lokal, dan sentra UMKM. Dengan begitu, transportasi publik tidak hanya melayani mobilitas harian, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat,” kata Nyono.
Menurut Nyono, integrasi transportasi publik dengan destinasi wisata seperti GUS diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di sekitar jalur Trans Jatim.
“Kami ingin Trans Jatim menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, sekaligus katalis pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal di Jawa Timur,” harapnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan posisi GUS sebagai destinasi wisata edukasi baru berbasis literasi digital di wilayah selatan Gresik. GUS diketahui telah menjalani soft launching pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang sekolah.
Sejak dibuka untuk publik, GUS mencatat kunjungan ribuan wisatawan dari berbagai daerah, terutama kalangan pelajar, keluarga, dan komunitas pendidikan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan, GUS dirancang sebagai ruang belajar alternatif yang mengajak pengunjung memahami sejarah, budaya, dan potensi lokal secara bertahap dan mendalam.
“Tidak perlu terburu-buru saat berkunjung ke GUS. Setiap ruangan idealnya dinikmati sekitar 10 menit agar narasi sejarah, budaya, dan identitas Gresik bisa benar-benar dipahami dan dirasakan,” kata Yani.
Menurutnya, antusiasme masyarakat sejak masa soft opening menjadi indikator kuat bahwa wisata edukasi berbasis budaya dan literasi masih diminati.
“GUS diharapkan menjadi pusat pembelajaran nonformal yang menyenangkan, sekaligus memperkuat jati diri Gresik di tengah arus modernisasi,” pungkas Bupati Gresik. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Naik Trans Jatim ke GUS, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
| Pewarta | : Rudi Mulya |
| Editor | : Deasy Mayasari |