Gubernur Khofifah dalam peringatan Hari Media Sosial Indonesia 2025, Selasa (10/6/2025). (Foto: Dok.Humas Pemprov Jatim)

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan mewaspadai penyebaran hoaks.

TIMES Surabaya,Selasa 10 Juni 2025, 20:53 WIB
14.1K
L
Lely Yuana

SurabayaGubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan mewaspadai penyebaran hoaks. 

Untuk itu, Peringatan Hari Media Sosial Indonesia yang diperingati setiap tanggal 10 Juni menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat dalam menggunakan media sosial secara positif dan bertanggung jawab.

“Hari Media Sosial Indonesia dicetuskan dengan pemikiran bahwa masyarakat perlu ditingkatkan kesadaran dan edukasinya dalam bermedia sosial,” ujar Khofifah, Selasa (10/6/2025).

Menurut Khofifah, media sosial bisa menjadi ruang yang membawa dampak positif, jika digunakan secara produktif dan bertanggung jawab. 

Melalui platform digital ini, masyarakat bisa menyampaikan kabar baik, membagikan inspirasi motivasi, dan menebarkan semangat positif.

Apalagi menurut Digital 2025 Global Overview Report, hasil gabungan analisis yang dilakukan oleh We Are Social dan Meltwater, terdapat sebanyak 143 juta identitas pengguna medsos aktif di Indonesia pada Januari 2025.

“Dalam penyampaiannya, pengguna media sosial bisa mengunggah kata-kata motivasi, cerita inspiratif, hingga ajakan untuk menjalani hidup yang lebih baik,” tuturnya.

Gubernur Khofifah juga menekankan bahwa media sosial dapat menjadi sarana strategis bagi pelaku usaha untuk membangun komunikasi dengan pelanggan, menyampaikan apresiasi, dan mempromosikan produk.

“Pelaku usaha dapat memberikan penawaran menarik atau membagikan konten yang memotivasi pengikutnya untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama,” katanya.

Namun, Gubernur Khofifah juga mengingatkan pentingnya melakukan check and recheck terhadap informasi yang tersebar di media sosial, guna mencegah penyebaran hoaks yang dapat meresahkan masyarakat.

“Media sosial bisa menjadi ruang tumbuhnya hoaks dan disinformasi yang marak beredar di masyarakat, jika kita tidak cermat dan kritis. Karena itu, pastikan selalu mencari tahu sumber berita sebelum menyebarkan setiap informasi yang kita terima. Kemudian baru dapat kita sebarkan telah diverifikasi kebenarannya,” imbaunya.

Sebagai informasi, Hari Media Sosial Indonesia pertama kali dicetuskan pertama kali pada tahun 2015 oleh Handi Irawan, seorang pengusaha asal Solo, Jawa Tengah, sekaligus pendiri Frontier Group.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.