TIMES SURABAYA, SIDOARJO – Perumda Deta Tirta Sidoarjo terus mencatatkan pertumbuhan positif dalam lima tahun terakhir, baik dari cakupan layanan pasang baru di wilayah Kabupaten Sidoarjo hingga pendapatan atau laba yang terus meningkat.
Perumda Delta Tirta di bawah komando dari Dirut Ir. Dwi Hary Soeryadi mencatatkan laba di atas target. Pada 2021 perusahaan plat merah ini ditarget sebesar Rp 15 miliar, dan berhasil mengumpulkan laba bersih Rp 15 miliar.
“Dan pada tahun 2022 target lab akita dinaikkan menjadi Rp 17 miliar. Berkat kerja keras dari semua jajaran dan dukungan dari masyarakat laba kita naik menjadi Rp 28 miliar,” kata Dirut Perumda Delta Tirta, Dwi Hary Soeryadi kepada awak media, Minggu (1/2/2025).
Kinerja positif dari Perumda Delta Tirta terus meningkat dari tahun ke tahun, pada 2023 dari target Rp 19 miliar mampu terealisasi Rp 43 miliar, dan 2024 laba yang dihasilkan Rp 46 miliar.
“Tahun 2025 kemarin laba kita sebesar Rp 49 miliar,” tegas Dwi.
Tingkatkan Cakupan Layanan
Perumda Delta Tirta berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan kepada masyarakat Sidoaro. Dwi Hary mengatakan saat ini layanan Perumda Delta Tirta baru 30 persen.
“Kita ingin cakupan layanan ini bisa sampai 100 persen,” ungkapnya.
Target untuk mencapai cakupan 100 persen memang tidak mudah. Namun bukan berarti tidak bisa. Ia mencontohkan layanan PDAM Kota Surabaya yang sudah mencapai 99,9 persen.
“Disparitas cakupan layanan antara Surbaya dan Sidoarjo ini memang terlalu jauh. Untuk itu kita harus kejar (memperluas cakupan layanan) untuk mencapai 100 persen,” ujarnya.
Target semua masyarakat Sidoarjo ini tercakup dalam pelayanan Perumda Delta Tirta ini sudah sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan tahun 2045 semau kabupaten/kota mendapat layanan 100 persen.
Langkah yang dilakukan Perumda Delta Tirta saat ini ialah mempercepat program pemasangan baru itu, di antaranya Program Reguler dan Non-Reguler. Yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Keuangan (gratis untuk masyarakat tertentu).
Kemudian ada Program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan biaya yang lebih terjangkau. Salah satunya program hibah APBD.
“Tahun 2026 ini, Bupati Sidoarjo menggelontorkan dana sebesar Rp16,5 miliar untuk pengembangan perpipaan dan sambungan layanan baru,” urainya.
Ia juga merincikan bahwa dana APBD itu diserahkan dalam bentuk fisik melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Cipta Karya (P2CKTR) Pemkab Sidoarjo. Pengerjaannya dilakukan pihak Dinas P2CKTR. Pekerjaannya, mencakup perpipaan dan sambungan layanan untuk sekitar 1.500 pelanggan secara gratis.
Pihaknya menambahkan ada beberapa wilayah prioritas untuk program ini, meliputi kawasan Kecamatan Porong, Gedangan, Taman dan Kecamatan Waru. Pekerjaan itu, sesuai rencananya akan dilelang pada Juli atau Agustus Tahun 2026 mendatang.
Karena itu, memasuki Tahun 2026, Perumda Delta Tirta Sidoarjo menetapkan target operasional yang cukup signifikan.Selain itu, Dwi membeberkan akan ada program penambahan sambungan. Target cakupan layanan baru sebesar 28.600 SR (Sambungan Rumah). (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Perumda Delta Tirta Sidoarjo Catat Pertumbuhan Laba dan Perluas Cakupan Layanan
| Pewarta | : Syaiful Bahri |
| Editor | : Ronny Wicaksono |