https://surabaya.times.co.id/
Berita

Melihat Kondisi Gedung Grahadi Surabaya Pasca Demo 29 Desember

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 19:29
Melihat Kondisi Gedung Grahadi Surabaya Pasca Demo 29 Desember Kondisi baliho kayu di depan gedung Grahadi yang runtuh dan patah. (Foto: Devi Ismayanti/TIMES Indonesia)

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Gedung Grahadi Surabaya ramai dikunjungi masyarakat untuk melihat kondisinya setelah kegiatan demo berlangsung di malam harinya. Sebagian besar masyarakat datang untuk memotret kondisi sekitar gedung Grahadi, Sabtu (30/8/2025). 

Motor-motor yang habis terbakar hingga tersisa kerangka, besi-besi dari tiang, baliho kayu yang runtuh dan patah memenuhi lapangan gedung Grahadi. Kerusuhan yang terjadi kemarin, menyisakan banyak puing-puing kerangka barang yang rusak. 

Terdapat beberapa aparat sedang bertugas membersihkan sisa-sisa puing tersebut. Terutama bekas motor-motor yang semalam dibakar oleh massa aksi. Salah satu motor yang terbakar tersebut terlihat di foto oleh aparat dibarengi dengan foto BPKB-nya, kemudian motor yang terbakar tersebut diangkut menggunakan mobil bak terbuka. Sedangkan sisa-sisa dari puing-puing motor yang lainnya masih dibiarkan di pinggiran lapangan. 

Tak hanya itu, di luar gedung grahadi juga dipenuhi oleh beberapa tukang bersih-bersih jalanan, juga terdapat pemulung yang membawa becak, kemudian mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di pinggir jalanan yang memungkinkan sampah tersebut bisa dijual kembali. 

“Saya berpikirnya kayak gini, kan kalo misalkan kayak kantor-kantor gini ya biaya-biaya juga kan dari kita dari rakyat, tapi kalo misalkan sampe kejadian begini pun nanti ya gatau ini, klo ada perbaikan biaya makin besar," ungkap Anton, salah satu warga yang turut menyaksikan kondisi gedung Grahadi. 

Demo-9.jpgKondisi Jalanan depan gedung Grahadi yang kotor dipenuhi sampah plastik usai demo. (Foto: Devi Ismayanti/TIMES Indonesia)

"Kemarin saya juga bilang gaiso dikumpulno ta iki mari maghrib, maksute yoopo ditenangno gitu kan, kalo misalkan adu kekuatan takutnya kan katanya sampe chaos gitu," sambungnya. 

Anton juga menyampaikan bahwa pagi tadi, Gubernur Khofifah mengunjungi gedung Grahadi untuk melihat kondisi serta membagikan sembako. "Bu Khofifah juga membantu UMKM yang ada disana dengan memborong dagangan mereka dan membagikannya kepada masyarakat yang saat itu datang melihat kondisi Grahadi," jelas Anton. 

Senada, Atiya, salah satu pekerja disekitar Grahadi menyayangkan kerusakan yang terjadi akibat demo, namun disamping itu, juga terdapat warga yang tidak terlalu mengkhawatirkan kerusakan yang terjadi. Mereka menganggap bahwa tidak akan ada asap jika tidak ada api. Tentu saja dalam menyikapi suatu keadaan terdapat pendapat yang pro dan kontra. 

“Pembakaran dan kerusakan fasilitas umum kan akibat kemarahan demonstran ya. Gak onok asep lak gak onok api, dadi yo gak isok menyalahkan sepenuhe ndek pendemo. Toh biaya seng gae ngganti ya pada akhire teko pajak, duduk uang pribadi pemerintah," ujarnya. 

Disamping itu Atiya juga menyampaikan bahwa kondisi di tempatnya bekerja tidak terdampak kericuhan saat demo kemarin, hanya saja mungkin di bagian luar jalan terkena dampak banyaknya sampah yang berserakan dan berdampak pada jam pulang kerja yang mundur karena sulitnya akses keluar. (*)

Penulis: Devi Ismayanti

Pewarta : Siti Nur Faizah
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.