Dreamlab dan Fondasi Klinis di Balik Brand Skincare Berkelanjutan
Dreamlab Maklon Skincare hadir dengan formula berbasis validasi klinis, stabilitas teruji, dan kepatuhan BPOM-halal. Strategi membangun brand kosmetik yang tak sekadar viral, tapi tahan lama.
SURABAYA – Persaingan industri skincare kian sengit. Kemasan yang cantik saja tak lagi cukup. Brand dituntut menghadirkan produk dengan dasar ilmiah yang kokoh agar mampu bertahan, bukan sekadar viral sesaat. Di tengah lanskap itu, Dreamlab Maklon Skincare menawarkan pendekatan berbeda: mengedepankan integritas klinis dalam setiap pengembangan formula.
Head RnD Dreamlab Amira Alaydrus, menegaskan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada pengujian stabilitas dan kompatibilitas formula. Setiap bahan aktif diuji untuk memastikan performanya tetap konsisten sepanjang masa edar produk.
"Stabilitas bukan hanya soal daya simpan, tetapi juga tentang menjaga efektivitas klaim agar tidak menurun seiring waktu," kata Amira dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Ia mengatakan, Dreamlab juga memulai proses formulasi dari validasi mekanisme kerja bahan aktif. Pemilihan komposisi tidak dilakukan secara spekulatif, melainkan mengacu pada data uji laboratorium (in vitro) yang mendukung efektivitasnya. Dengan cara ini, setiap produk dibangun di atas dasar ilmiah yang jelas sebelum masuk tahap produksi massal.
Tak berhenti di situ, Amira menegaskan, perusahaan turut memprioritaskan sistem penghantaran bahan aktif (delivery system) yang presisi. Bagi Dreamlab, memasukkan bahan aktif ke dalam formula belum cukup. Yang lebih penting adalah memastikan kandungan tersebut mampu menembus lapisan kulit yang ditargetkan sehingga manfaatnya benar-benar terasa oleh konsumen.
Bukan Sekadar Lewat di Pasar
Di sisi bisnis, Dreamlab memadukan kekuatan riset dengan kepatuhan regulasi dan prinsip keberlanjutan. Business and Development Director Dreamlab Fadhila Shahab menyebut bahwa fondasi formula yang solid adalah komitmen utama perusahaan. Mengusung semangat “Juaranya Formula”, Dreamlab mengadaptasi pendekatan natural mix yang terinspirasi dari standar Eropa dan Korea—dua referensi besar dalam industri kosmetik global.
"Seluruh bahan baku dipilih dengan prinsip keterlacakan dan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk standar BPOM serta sertifikasi halal. Transparansi sumber bahan dan kesesuaian regulasi menjadi bagian dari integritas yang dijaga sejak awal proses pengembangan," kata Fadhila.
Berbekal pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang strategi pemasaran dan perencanaan penjualan, Fadhila menekankan bahwa Dreamlab tidak ingin melahirkan brand yang sekadar “numpang lewat”. Targetnya adalah membangun merek yang memiliki daya tahan, reputasi, dan kredibilitas jangka panjang.
Melalui kombinasi pendekatan ilmiah berbasis mekanisme kerja bahan, validasi laboratorium, sistem penghantaran yang terukur, serta standar bahan yang berkelanjutan dan terregulasi, Dreamlab Maklon Skincare memosisikan diri sebagai mitra strategis bagi brand yang ingin tumbuh berkelanjutan—bukan hanya mengejar tren, tetapi membangun kepercayaan pasar.
Ambisinya jelas: turut memperkuat kualitas industri kosmetik Indonesia melalui produk-produk yang tak hanya menarik, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan bertahan dalam persaingan jangka panjang.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




