300 Produk UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Ekspor, Didominasi Mamin dan Olahan Ikan
Produk Mie dari UMKM Sidoarjo yang sudah di ekspor ke pasar timur tengah (FOTO: Dok. Disperindag Sidoarjo)

300 Produk UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Ekspor, Didominasi Mamin dan Olahan Ikan

Sebanyak 300 produk UMKM asal Kabupaten Sidoarjo sudah tembus pasar ekspor asia, eropa dan amerika.

TIMES Surabaya,Minggu 6 Juli 2025, 14:17 WIB
54.4K
B
Biro Surabaya Raya

SidoarjoSebanyak 300 produk Usaha Mikro, Kecil Menengah atau UMKM asal Kabupaten Sidoarjo sudah tembus pasar ekspor asia, eropa dan amerika. 

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, ratusan produk UMKM yang sudah tembus pasar internasional itu dominasi makanan dan minuman serta olahan ikan. 

“Dari data Disperindag ada sekitar 300 pelaku UMKM yang aktif melakukan ekspor di pasar global,” kata Kabid Perdagangan Disperindag Sidoarjo, Listyaningsih di Sidoarjo, Minggu (6/7/2025). 

Untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan para pelaku usaha bisa tembus pasar Internasional, Disperindag Sidoarjo kerap melakukan pendampingan. 

Terlebih lagi setelah adanya kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat, sehingga dibutuhkan pasar alternatif yang berpotensi bisa menampung produk UMKM dari Kabupaten Sidoarjo.

"Kami juga lakukan pendampingan melalui pelatihan dan kelengkapan legalitas dan persyaratan yang dibutuhkan, seperti merek dagang dan kualitas barangnya," ungkapnya. 

Program pendampingan ekspor dilakukan setiap tahun dan di tahun 2025 ini akan dimulai bulan Juli selama tiga bulan. Peserta akan diseleksi berdasarkan kesiapan produk dan komitmen mengikuti pelatihan.

Dari pengalaman Disperindag, ketika melakukan pendampingan, masih ada pelaku usaha yang kurang serius, tidak mengikuti setiap materi pelatihan hingga tuntas.  

“Kalau cuma ikut dua hari terus nggak datang lagi ya kami anggap nggak niat, kami hanya dampingi yang serius saja," ucap Listyaningsih. 

Menurutnya, produk olahan masih jadi andalan ekspor Sidoarjo, terutama makanan, minuman, dan olahan ikan. Produk fashion seperti sepatu dan pakaian juga ada, tapi jumlahnya belum signifikan.

Di sisi lain, masih banyak pelaku UMKM yang belum terpantau aktivitas ekspornya karena tidak melapor ke dinas. Ada juga yang mengekspor lewat pihak ketiga atau marketplace online sehingga sulit dimonitor.

“Yang ekspor tapi nggak atas nama sendiri itu juga nggak terdata, misalnya yang di Tangulangin, mereka ekspor lewat online,” jelasnya.

Tantangan lain bagi UMKM adalah menyesuaikan kualitas produk dengan permintaan pasar luar negeri. Kadang, meski sudah ada buyer, sampel produk masih bisa ditolak karena masalah rasa atau kemasan.

“Buyer biasanya minta perbaikan kalau ada yang kurang, nah dari situ pelaku usaha harus siap terus berbenah,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Biro Surabaya Raya
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.