Tips  Kurangi Konsumsi Gula pada Anak Tanpa Drama
TIMES Surabaya/Ilustrasi - Anak konsumsi makanan manis. (FOTO: Freepik)

Tips Kurangi Konsumsi Gula pada Anak Tanpa Drama

Untuk mengalihkan pola makan anak dari ketergantungan pada gula menuju kebiasaan yang lebih sehat bisa dilakukan dalam beberapa cara seperti mengganti kebiasaan minuman kemasan dengan air putih.

TIMES Surabaya,Minggu 11 Januari 2026, 10:12 WIB
215.8K
D
Deasy Mayasari

Jakarta – Mengurangi asupan gula pada anak sering kali menjadi tantangan besar bagi orang tua, terutama di tengah maraknya camilan manis dan minuman kemasan. Namun, membiasakan pola makan rendah gula sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan gigi, berat badan ideal, dan pencegahan risiko diabetes di masa depan.

Berikut adalah langkah-langkah praktis dan efektif untuk mengurangi makanan manis pada anak tanpa membuatnya merasa terbebani.

1. Jadilah "Detektif" Label Kemasan

Banyak produk yang terlihat sehat sebenarnya mengandung gula tersembunyi. Periksa label informasi nilai gizi pada sereal, yogurt, saus, atau roti. Waspadai nama lain gula seperti sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS), dekstrosa, maltosa, atau sukrosa. Pilihlah produk dengan label "tanpa gula tambahan" (no added sugar).

2. Ganti Minuman Manis dengan Air Putih atau Infused Water

Minuman seperti jus buah kemasan, soda, dan susu kental manis adalah penyumbang gula terbesar. Biasakan anak minum air putih sebagai penghilang dahaga utama. Jika anak bosan, buatlah infused water dengan potongan buah segar seperti stroberi, jeruk, atau mentimun untuk memberikan rasa alami yang segar.

3. Sajikan Buah Segar sebagai Camilan Utama

Alih-alih memberikan permen atau biskuit, sediakan buah-buahan segar. Buah mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh, sehingga anak tidak mengalami lonjakan energi yang drastis lalu merasa lemas (sugar crash). Sajikan buah dengan bentuk yang menarik atau buat menjadi "sate buah" agar lebih menggugah selera.

4. Kurangi Porsi Secara Bertahap

Jangan langsung menghentikan semua makanan manis secara total karena dapat memicu anak untuk "jajan sembunyi-sembunyi". Jika biasanya anak minum teh dengan dua sendok gula, kurangi menjadi satu sendok, lalu setengah, hingga terbiasa tanpa gula. Jika anak terbiasa makan kue setelah makan siang, kurangi frekuensinya menjadi dua atau tiga kali seminggu saja.

5. Berikan Contoh yang Baik

Anak adalah peniru yang ulung. Jika orang tua sering mengonsumsi minuman manis atau makan camilan cokelat di depan anak, mereka akan menganggap hal tersebut adalah norma. Tunjukkan bahwa Anda juga menikmati makanan sehat dan membatasi konsumsi gula sendiri.

6. Jangan Gunakan Makanan Manis sebagai "Hadiah"

Sering kali kita menjanjikan es krim atau cokelat jika anak menghabiskan sayurnya. Kebiasaan ini justru membuat anak berpikir bahwa makanan manis memiliki "nilai" yang lebih tinggi daripada makanan sehat. Gunakan hadiah non-makanan seperti stiker, waktu bermain tambahan, atau buku cerita. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Deasy Mayasari
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.