Buku Antologi Rumpun Kupu-Kupu, Suarakan Kemerdekaan Perempuan
TIMES Surabaya/Peluncuran buku Rumpun Kupu-Kupu karya 12 penulis, menyuarakan kemerdekaan tentang segala hal yang dialami kaum perempuan, Selasa (16/12/2025). (Foto: Hamida Soetadji/TIMES Indonesia)

Buku Antologi Rumpun Kupu-Kupu, Suarakan Kemerdekaan Perempuan

Padmedia Publisher meluncurkan antologi Rumpun Kupu-Kupu—dua belas kisah tentang perempuan yang menempuh gelap sebelum menemukan sayapnya.

TIMES Surabaya,Selasa 16 Desember 2025, 16:20 WIB
17.7K
L
Lely Yuana

SURABAYASejarah kembali menyala melalui suara-suara yang berani menuntut kesetaraan. Pada 22 Desember 1928, Kongres Perempoean Indonesia pertama di Yogyakarta menjadi penanda kelahiran gerakan perempuan modern. 

Mereka memperjuangkan pendidikan anak perempuan, pernikahan tanpa paksaan, dan partisipasi perempuan dalam perjuangan bangsa—sebuah fondasi panjang bagi gerakan perempuan.

Seiring waktu, makna Hari Ibu bergeser dari spirit politik–emansipatoris menuju perayaan domestik-kultural. 

Namun pada perkembangannya, kini banyak perempuan berupaya menghidupkan kembali makna awalnya, Hari Ibu adalah Hari Perempuan Indonesia—hari perjuangan, kesetaraan, dan suara yang tak pernah padam.

Dalam semangat itu, Padmedia Publisher meluncurkan antologi Rumpun Kupu-Kupu—dua belas kisah tentang perempuan yang menempuh gelap sebelum menemukan sayapnya.

Wina Bojonegoro, selaku penggagas dan pimpinan Padmedia Publisher mengatakan Rumpun Kupu – kupu lahir sebagai renungan para pembaca tentang arti perjuangan dan kemerdekaan perempuan, 

article

“Rumah Kupu-Kupu kami lahirkan sebagai ruang renungan bagi para pembaca, apa arti perjuangan dan kemerdekaan perempuan. Buku ini mengingatkan kita bahwa setiap perempuan menyimpan sayap—meski kadang terlipat oleh keadaan,” tuturnya, Selasa (16/12/2025).

Buku Rumpun Kupu – kupu lahir dari ruang nyata harapan yang kandas, cara-cara memanggul beban tanpa perlu meratap, dapur yang sunyi,  meja kerja yang penuh tuntutan, batin yang berjuang menemukan pulangnya sendiri, bahkan cinta yang layak diperjuangkan atau dilepaskan.

“Kami beharapa lewat buku ini, satu sayap itu bisa terbuka sedikit lebih lebar. Meskipun fiksi, buku ini mengajak pembacanya untuk mengembangkan sayap, dengan caranya masing-masing,” ujar pemilik rumah kreasi Oma Padma ini. 

Dua belas penulis buku antologi Rumpun kupu – kupu diantaranya adalah Ni Komang Ariani, Sasti Gotama, Ana Ratri, Anindita S. Tayf, Intan Andaru, Muna Masyari, Ninuk Retno, Titik Kartitiani, Vika Wisnu, Yeti AKA, Yuliani Kumudaswari, dan Wina Bojonegoro sendiri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.