Mahendra Abdillah Pimpin ORADO Jatim
Ketua Umum ORADO Jatim Mahendra Abdillah Kamil mengatakan, bahwa fokus utama organisasi pada tahun ini adalah memperkuat fondasi kompetisi, melatih wasit andal, serta aktivasi klub di seluruh cabang.
surabaya – Mahendra Abdillah resmi memimpin Pengprov Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur setelah menjalani prosesi pelantikan bersama jajaran pengurus periode 2026-2030 di Harris Hotel Surabaya, Sabtu (28/2/2026) malam.
Pelantikan oleh PB ORADO ini sekaligus merupakan titik tolak transformasi domino dalam sebuah prestasi olahraga berbasis kecerdasan dan membangun ekosistem sport industry.
Ketua Umum ORADO Jatim Mahendra Abdillah Kamil mengatakan, bahwa fokus utama organisasi pada tahun ini adalah memperkuat fondasi kompetisi, melatih wasit andal, serta aktivasi klub di seluruh cabang.
"Saat ini pelatihan 60 wasit sedang berjalan dengan partisipasi dari 38 kabupaten kota. Ini modal penting untuk kompetisi yang fair dan profesional," ucapnya.
ORADO Jatim bahkan telah membuat jadwal padat pertandingan mulai 2 Maret hingga 30 Maret 2026. Targetnya meningkatkan jumlah atlet di setiap cabang serta mendorong lebih banyak klub sehingga pertandingan antarklub rutin berlangsung.
Mahendra pun membeberkan data signifikan. Tercatat di Banyuwangi misalnya, sudah ada 70 atlet aktif di bawah ORADO. Ia memperkirakan setiap daerah memiliki kapasitas atlet dalam jumlah tersebut.

Terlebih, domino merupakan olahraga yang sudah dikenal masyarakat luas sejak lama, namun kini dikemas menjadi jalan menuju prestasi. Konsentrasi, strategi, dan sportivitas adalah daya tarik dalam pertandingan domino.
"Stigma negatif tentang domino mulai hilang, sekarang masyarakat mulai melihat ini sebagai olahraga yang punya aturan dan pembinaan," katanya.
Pembina ORADO Jatim, Saiful Bahri Siregar turut menegaskan perubahan persepsi publik menjadi pekerjaan rumah utama organisasi ini.
"Selama ini domino sering diasosiasikan dengan perjudian. Kami ingin membuktikan bahwa ini cabang olahraga yang bisa dipertandingkan secara nasional. Jawa Timur harus ambil bagian dalam kejuaraan nasional," terangnya.
Saiful mendorong ORADO Jatim bergerak cepat dan terukur menyusun kejuaraan daerah secara berkala sebagai ajang pembinaan serta talent scouting, menjaring atlet menuju kejuaraan nasional, serta persiapan roadmap jangka panjang. Karena, saat ini sudah terbentuk pengurus cabang di seluruh kabupaten kota.
"Sebagai olahraga baru, kita harus bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan Kejurda, Kejurnas, maupun masuk dalam event PON. Kalau bisa, nantinya masuk Olimpiade," ujarnya.
PB ORADO pun sedang berproses untuk mendapat pengakuan resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Langkah tersebut bertujuan memperluas akses pembinaan serta peluang masuk agenda resmi multievent olahraga.
Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial membawa visi memastikan domino tumbuh sebagai sport industry nasional. Karena, olahraga bukan hanya bertanding, tetapi juga sebuah tontonan menarik layaknya sepak bola. Kekuatan olahraga terletak pada komunitas dan suporter. Ada klub, liga, brand, serta ambassador. Dukungan daerah juga harus berjalan selaras. Karena tanpa kolaborasi, industri akan sulit tumbuh.
"Ke depan, pertandingan harus dikemas menarik, bisa disiarkan, melibatkan emosi penonton. Itulah awal industri olahraga," ujarnya.
Pada momen yang sama, Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil mengungkapkan optimisme menyambut kehadiran ORADO menuju proses eksibisi.
"Ketika di KONI Pusat sudah disahkan, maka mereka akan berkoordinasi dengan KONI Jatim dan kalau sudah memenuhi syarat, di Rakerda akan disahkan oleh KONI," ucap Nabil.
Syarat tersebut meliputi terpenuhinya jumlah kepengurusan di pusat, provinsi maupun kabupaten kota. Nabil melihat ORADO telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
"Kayaknya sudah terbentuk semua, berarti peluang untuk disahkan besar. Termasuk juga yang ada di Jawa Timur nanti. Kita hanya menunggu regulasi dan keputusan oleh KONI Pusat saat Rakernas," jelasnya.
Di sisi lain, Nabil melihat ORADO sebagai organisasi yang luar biasa dan sudah memiliki segmen anggota dan segmen kegiatan.
"Tinggal dipoles bagaimana punya prestasi, dipoles menjuarai. Syukur-syukur kalau membawa nama baik Jawa Timur untuk prestasi mereka," kata Nabil seraya menyarankan ORADO agar segera menggelar Kejurprov sesering mungkin sebagai langkah rekrutmen paling objektif untuk menjaring atlet terbaik.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




