TIMES SURABAYA, SURABAYA – Tonny Wahyudi kembali memimpin Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Provinsi Jawa Timur (PBSI Jatim) periode 2026-2030. Ini merupakan kali kedua ia menakhodai organisasi olahraga bulu tepok tingkat provinsi atersebut.
Tonny terpilih dengan dukungan suara penuh 38 kabupaten kota secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi PBSI Jatim di Empire Palace Surabaya, Minggu (11/1/2026). Pascaterpilih, Tonny memastikan akan segera menyusun kepengurusan baru.
"Langkah awal yang akan kita benahi, pasti kita akan menyusun kepengurusan yang terbaru. Saya lebih baik kepengurusan agak ramping, tapi bertujuan untuk memajukan PBSI Jatim," kata Tonny.
Terdekat, ia juga akan mempersiapkan kerja sama antara PBSI Jatim dengan KONI Jatim jelang agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2028 mendatang melalui optimalisasi Pusat Pelatnas Wilayah (Pelatwil) berskala internasional untuk bagian Indonesia timur yang terpusat di GOR Sudirman Surabaya.
Ketum PP PBSI Komjen Pol (Purn) Fadil Imran bersama Ketua PBSI Jatim Tonny Wahyudi dan Ketua KONI Jatim M Nabil saat Musprov PBSI Jatim di Empire Palace Surabaya, Minggu (11/1/2026). (FOTO : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Pelatwil adalah program resmi PP PBSI sebagai langkah strategis menuju desentralisasi pembinaan atlet bulutangkis di tanah air.
Program tersebut diharapkan dapat menjaring atlet-atlet bulutangkis berbakat serta jembatan antara pembinaan di daerah dengan pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas).
Karena PBSI Jatim dipercaya mengelola Pelatwil atau Puslatwil Indonesia bagian timur, Tonny memastikan bakal memperkuat ekosistem maupun fasilitas.
"Kita memilih beberapa atlet untuk mempersiapkan mereka di tempat Pusat Pelatnas Wilayah (Puslatwil) kita. Alhamdulillah, atas kepercayaan dari PP PBSI, Puslatwil telah dibentuk di GOR Sudirman, kita menjadi wadah untuk Indonesia bagian timur," jelasnya.
PBSI Jatim merasa beruntung karena Puslatwil tersebut berlokasi di Surabaya sehingga atlet-atlet Jatim semakin termotivasi menuju Pelatnas.
Sementara, untuk Pelatprov dipastikan masih tersedia sebagai lawan tanding Puslatwil untuk mengasah fisik maupun teknik atlet karena dilatih oleh pelatih internasional.
Sedangkan langkah menghadapi tantangan kompetisi atlet ke depan, Tonny mengakui Jatim masih cukup tertinggal dibandingkan Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI dalam perolehan medali.
"Kita masih di urutan underdog keempat. Maka, dengan pemilihan periode kedua saya, saya akan melakukan perubahan supaya minimal untuk PON yang akan datang meraih medali emas. Karena kemarin kita cuma dua perak dan lima perunggu untuk cabor badminton," kata Tonny.
Ia dan kepengurusan baru PBSI Jatim siap bersinergi dengan beberapa kota maupun kabupaten dalam memacu kemampuan atlet agar lebih maksimal meraih kemenangan.
Pada kesempatan yang sama, Ketum PP PBSI Komjen Pol (Purn) M Fadil Imran mengucapkan selamat atas keterpilihan pengurus baru.
Bagi PP PBSI, Pelatnas banyak dipenuhi oleh atlet asal Jatim. Mereka mulai bermain badminton dari kampung masing-masing kemudian masuk klub.
"Artinya, bahwa Jatim banyak melahirkan atlet-atlet nasional yang level internasional mengharumkan nama bangsa," kata Fadil Imran.
Ia berpesan agar pengurus baru betul-betul melakukan pembinaan dan menyusun program agar legenda bulutangkis seperti Rudy Hartono dan Alan Budikusuma, Sony Dwi Kuncoro, dan lainnya bisa muncul kembali.
Fadil Imran juga memuji bahwa PBSI Jatim merupakan pusat pelatihan nasional wilayah dan pembinaan paling komplit jika dibandingkan provinsi lain.
"Paling komplit di kepengurusan Bapak Tonny Wahyudi ini fasilitasnya semua dibaguskan, kita tidak asal menunjuk," katanya.
PBSI Pusat sudah melakukan assessment mulai kondisi GOR, asrama atlet, dapur, serta aspek penunjang lain seperti ruang gym sebelum menentukan lokasi Pelatwil atau Puslatwil di Jatim.
"Ahamdulillah, terima kasih juga kepada Pemprov Jatim yang terus membantu memberikan semuanya. Kami dari PP PBSI menunjuk Jatim sebagai Puslatwil lalu kami siapkan pelatih dan sebagainya," ucapnya.(*)
| Pewarta | : Lely Yuana |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |