Diikuti 17 Chapter Nasional, JCI East Java Gelar Leadership Academy 2026
JCI East Java sukses menggelar JCI Indonesia Leadership Academy 2026 selama empat hari, mempertemukan 17 chapter nasional untuk fokus pada transformasi karakter pemimpin.
Surabaya – Junior Chamber International (JCI) East Java sukses menggelar JCI Indonesia Leadership Academy 2026. Program pengembangan kepemimpinan ini berfokus pada transformasi diri dan penguatan karakter peserta, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan JCI Indonesia yang mempertemukan anggota dan pengurus dari 17 chapter JCI di seluruh Indonesia selama empat hari berturut-turut.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga diajak untuk mengenali potensi, nilai, serta area pengembangan diri masing-masing. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk pemimpin yang mampu memimpin dengan kesadaran, integritas, dan tujuan yang jelas, bukan sekadar mengandalkan jabatan formal.
Project Director JCI Indonesia Leadership Academy 2026, Haryo Joyosentoso, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menciptakan dampak yang berkelanjutan melalui pengembangan karakter para pemimpin. Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, kebutuhan akan pemimpin yang adaptif, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan menjadi semakin penting.

Haryo menjelaskan, pemahaman tentang sejarah dan struktur organisasi memang penting, tetapi aspek tersebut belum cukup untuk membentuk pemimpin yang visioner.
"Melalui akademi ini, kami mengajak peserta memahami diri mereka lebih dalam agar mampu memimpin dengan lebih baik. Perubahan yang bermakna selalu dimulai dari diri sendiri,” ujar Haryo dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Untuk mendukung tujuan tersebut, penyelenggara mengintegrasikan Four Area of Opportunities JCI ke dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang bersifat praktis. Pengembangan individu dilakukan melalui sesi refleksi dan penguatan karakter, sementara aspek bisnis dan kewirausahaan diwujudkan melalui kunjungan perusahaan serta pembahasan studi kasus profesional.
Selain itu, peserta juga terlibat dalam kegiatan sosial dan mendapatkan kesempatan belajar dari mentor internasional yang berpengalaman. Melalui rangkaian program tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan mental yang tangguh, tujuan dan visi yang jelas, serta kemampuan untuk memberikan dampak positif di lingkungan sekitarnya.
Hasil pembelajaran dari akademi ini ditargetkan tidak hanya diterapkan dalam dunia profesional, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga. Menurut Haryo, keberhasilan program ini dapat dilihat dari perubahan nyata yang terjadi pada para peserta setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
“Ukuran keberhasilan bukan hanya bagaimana seseorang memimpin organisasi, tetapi juga bagaimana ia menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab di rumah dan lebih kolaboratif di tempat kerja,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan oleh setiap individu.
“Anda mungkin tidak bisa mengubah seluruh dunia, tetapi Anda bisa mengubah dunia Anda sendiri. Dan semua itu dimulai dari diri sendiri,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

