Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat meninjau pembangunan fasilitas terpadu di hadapan para santri dan pengasuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Foto: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)

Revitalisasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Menko AHY Tekankan Standar Keselamatan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung proyek pembangunan kompleks fasilitas terpadu di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.

TIMES Surabaya,Rabu 24 Juni 2026, 20:42 WIB
3.8K
Z
Zisti Shinta Maharani

SURABAYAMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), melaksanakan kunjungan kerja sekaligus meninjau langsung proyek pembangunan kompleks fasilitas terpadu di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Kehadiran Menko AHY di tengah ratusan santri ini membawa komitmen pemerintah pusat dalam menghadirkan sarana pendidikan keagamaan yang aman dan representatif. Rekonstruksi total ini menjadi penataan ulang infrastruktur pendidikan berbasis pesantren dengan mengutamakan standar keselamatan tertinggi.

Proyek infrastruktur fasilitas publik di lokasi tersebut memang menjadi fokus utama pengawasan ketat pemerintah. Langkah ini berkaca pada insiden runtuhnya bangunan musala saat proses renovasi dan pengecoran yang pernah melanda Ponpes Al Khoziny pada akhir September 2025 silam.

Saat insiden itu terjadi, AHY secara tegas langsung menekankan pentingnya audit total, pematuhan SOP, serta penerapan standar keselamatan dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang ketat pada bangunan publik, termasuk institusi pesantren.

Kini, progres fisik pembangunan kompleks baru tersebut dilaporkan berjalan positif dan telah melampaui angka 50 persen. Di hadapan para pengasuh dan santri, Menko AHY menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran proyek yang ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan.

"Alhamdulillah, pembangunan terus berjalan dengan baik dan saat ini bisa dikatakan sudah lebih dari 50 persen. Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan bisa benar-benar tuntas. Insyaallah pada saatnya pondok pesantren ini berdiri dengan lebih baik lagi dan lebih barokah lagi untuk semuanya," ujar Menko AHY di lokasi, Rabu (24/6/2026).

Alokasi Anggaran dan Fasilitas Modern

Pemerintah merekayasa ulang infrastruktur di atas lahan seluas lebih dari 2.600 meter persegi ini. Melalui alokasi anggaran belanja negara sebesar Rp122 miliar, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintegrasikan tiga struktur bangunan utama secara vertikal demi efisiensi ruang dan kenyamanan.

Rancangan tersebut mencakup gedung hunian asrama empat lantai berkapasitas hingga 850 santri, masjid raya empat lantai seluas 1.490 meter persegi yang mampu menampung 1.200 jemaah, serta gedung madrasah lima lantai dengan kapasitas ideal 30 santri per kelas. Seluruh pengerjaan dikawal oleh kontraktor PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya (WIKA).

Menko AHY mengingatkan bahwa aspek kelayakan dan ketahanan struktur adalah prioritas mutlak yang tidak boleh ditawar dalam pembangunan fasilitas publik. Sentuhan memorial juga dihadirkan melalui instalasi 67 titik lampu di area selasar utama sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang para santri yang telah berpulang terdahulu.

"Saya tadi berpesan agar selesaikan semua proses pembangunan dengan sebaik mungkin, harus benar-benar sesuai dengan standar kelayakan. Karena atas apa yang terjadi di pondok pesantren ini, kita tahu ada 67 syuhada yang akhirnya kita semua bertekad, termasuk pemerintah bertekad agar membangun kembali lebih baik," tegas Menko AHY.

Program Renovasi Madrasah Nasional

Kunjungan kerja di Sidoarjo ini merupakan bagian dari akselerasi program berskala nasional. Kemenko Infrastruktur mencatat, pemerintah pusat saat ini tengah mengawal program renovasi terhadap sekitar 1.400 madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia.

Program komprehensif yang menyerap total anggaran mencapai Rp4 triliun tersebut ditujukan untuk membenahi fasilitas pendidikan dari tingkat rusak sedang hingga berat demi mendukung pemerataan kualitas SDM nasional.

Melalui penyediaan fasilitas terpadu yang dilengkapi sistem sanitasi modern dan jaminan akses air bersih yang layak, para santri diharapkan dapat kembali belajar dengan tenang. Pemerintah berharap kembalinya fasilitas Ponpes Al Khoziny ini juga diimbangi dengan kesadaran kolektif dari seluruh elemen pondok untuk menjaga aset tersebut secara berkelanjutan.

"Kami juga terus mengawal renovasi madrasah di seluruh Indonesia, kurang lebih 1.400-an madrasah di berbagai tingkatan dengan anggaran sekitar 4 triliun rupiah. Kita lakukan perbaikan agar menghadirkan sesuatu yang lebih baik, lebih nyaman bagi para santri agar mereka bisa lebih tenang, bisa lebih fokus pada proses belajar mengajar," pungkas Menko AHY.

Dalam agenda tersebut, Menko AHY turut didampingi oleh Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Abdussalam Mudzim, Bupati Sidoarjo Subandi, jajaran pejabat Kementerian PU, serta Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Infrastruktur Najib Faisal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.