Perkuat Silaturahmi Strategis, Gubernur Khofifah Hadiri Undangan Buka Puasa Kedubes Saudi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri buka puasa Kedubes Arab Saudi di Jakarta dan menegaskan pentingnya penguatan hubungan diplomatik serta nilai toleransi di bulan Ramadan.
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri undangan buka puasa bersama yang digelar Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste di Hotel St. Regis Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Founding Day atau Hari Berdirinya Kerajaan Arab Saudi yang diperingati setiap 22 Februari.
Sejumlah pejabat dan tokoh nasional turut hadir, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Yenny Wahid, Retno Marsudi, dan Anies Baswedan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan Kedutaan Besar Arab Saudi. Ia menilai momentum Ramadan dan peringatan Founding Day menjadi ruang silaturahmi strategis antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan perwakilan diplomatik negara sahabat.
Khofifah juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi Kedutaan Arab Saudi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penyelenggaraan buka puasa bersama di halaman Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Sabtu (21/2/2026).
“Terima kasih atas undangan buka puasa sekaligus silaturahim dalam rangka peringatan Founding Day Saudi Arabia. Mudah-mudahan momentum ini semakin memperkuat hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan Saudi Arabia,” ujar Khofifah.

Menurutnya, Ramadan tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga sosial. Ibadah puasa, kata dia, melatih kesabaran sekaligus menumbuhkan empati yang berdampak pada penguatan solidaritas masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah insaniyah dalam kehidupan berbangsa. Di tengah keberagaman Indonesia, nilai toleransi, dialog, dan saling pengertian dinilai menjadi fondasi utama menjaga persatuan.
Khofifah menyebut Jawa Timur sebagai miniatur Indonesia yang berkomitmen menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. “Toleransi bukan sekadar narasi, melainkan praktik nyata yang tumbuh dalam keseharian masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.
Terkait hubungan bilateral, Khofifah menyampaikan bahwa relasi Indonesia dan Arab Saudi telah berkembang di berbagai sektor, mulai keagamaan, pendidikan, sosial hingga ekonomi. Ia berharap kerja sama tersebut terus diperkuat agar memberikan manfaat konkret bagi masyarakat kedua negara.
Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk RI, ASEAN, dan Timor Leste, Faisal Abdullah H. Amodi, menyatakan hubungan Arab Saudi dan Indonesia terus berkembang dan ditopang kedekatan para pemimpin serta masyarakat kedua negara.
“Pada kesempatan ini saya ingin menegaskan dalamnya hubungan yang terjalin antara Kerajaan Saudi Arabia dan Republik Indonesia, yang didukung oleh hubungan erat antara para pemimpin dan rakyat kedua negara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah Arab Saudi dalam memberikan perhatian terhadap Dua Masjid Suci dan tempat-tempat suci lainnya sebagai bagian dari pelayanan kepada umat Islam dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Faisal Abdullah H. Amodi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Islam di Indonesia serta harapan agar Ramadan dijalani dengan aman dan lancar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




