Komisi IX DPR: MBG untuk Penguatan Gizi Keluarga
Komisi IX DPR RI menyatakan Program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa.
SIDOARJO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menghadiri kegiatan sosialisasi MBG bersama mitra kerja di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Indah Kurniawati menegaskan bahwa pembangunan bangsa berawal dari keluarga.
Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan pada akhirnya membentuk bangsa yang kokoh. Karena itu, pembangunan keluarga menjadi bagian penting dari pembangunan nasional, termasuk melalui pemenuhan gizi yang baik.
“Perhatian terhadap gizi menjadi sangat penting. Program makan bergizi diharapkan tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi ke depan dapat menjangkau kelompok masyarakat lain, termasuk lansia. Namun kualitas pelayanan dan makanan harus benar-benar dijaga,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Indah juga menjelaskan bahwa saat ini dirinya bertugas di Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, BPOM, serta Badan Gizi Nasional.
Ia menegaskan bahwa tugas Komisi IX bukan hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk semakin cerdas dalam memilih makanan dan minuman dengan memperhatikan label kemasan, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa. Edukasi ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan keluarga sekaligus mendukung keberhasilan program MBG.
Program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional, lanjutnya, merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Ia berharap keberadaan dapur SPPG di suatu wilayah dapat melibatkan masyarakat setempat sebagai pemasok bahan pangan, sehingga selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak, program ini juga mampu menggerakkan perekonomian lokal.
Indah Kurniawati juga membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan dan aspirasi secara konstruktif.
“Program ini adalah kerja gotong royong. Komisi IX melakukan pengawasan, namun masyarakat juga memiliki peran penting karena putra-putri kita adalah penerima manfaatnya,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



