TIMES SURABAYA, SURABAYA – Kreativitas tidak hanya dimiliki manusia sempurna. Memiliki keterbatasan bukan berarti menghalangi kreasi.
Para penyandang disabilitas membuktikan diri mampu menembus batas yang sama kuatnya sebagaimana semangat manusia pada umumnya.
Agenda berburu foto dalam tajuk Kopi Tutur Rasa X Tutur Mata di Midtown Residence Surabaya, Minggu (30/11/2025) menjadi jawaban. Ajang ini diikuti disabilitas yang tergabung dalam komunitas Tutur Mata. Berisikan teman-teman disabilitas tuli dan downsyndrome yang andal dalam mengambil angle foto.
Kiking, Pina, Septian, Omay, Jacky, Dewa dan Kori hadir bersama Pak Leo, selaku mentor fotografi yang telah menemani perkembangan mereka mulai dari nol hingga mampu mengambil foto dengan berbagai gaya, perspektif dan cerita dari setiap jepretan yang dihasilkan.
Kus Andi – Public Relations Corporate Midtown Hotels Indonesia mengatakan, kreativitas yang dimiliki teman-teman Tutur Mata tidak kalah dengan yang lain.
Jalinan komunikasi yang kuat, membuat karya mereka makin ekspresif meski menggunakan bahasa isyarat. Fotografer berkebutuhan khusus ini dengan cepat memahami satu dengan yang lain.
“Komunikasi mereka terlihat hangat melalui bahasa yang mereka saling pahami satu-sama lain. Antara fotografer Tutur Mata dengan barista Tuli Kopi Tutur Rasa yang akrab disapa dengan nama Devi dan Della,” ujar Kus Andi, Minggu (30/11/2025).
Devi dan Della adalah teman tuli dari jaringan Midtown Hotels Indonesia yang bekerja sebagai barista Kopi tutur Rasa, sebuah program pemberdayaan teman disablitas dalam dunia industri.
Di area bar All Day Dining – Midtown Residence Surabaya, Devi dan Della menjadi objek pemotretan oleh teman disabilitas Tutur Mata.
Septian terlihat paling atraktif dan nyeleneh dalam mengambil angle dari berbagai posisi hingga jongkok dan membidik dari celah perlengkapan lighting yang disediakan.
Kiking tidak mau kalah, beberapa kali mengarahkan Devi dan Della sesuai apa yang ia ingin wujudkan. Seperti meminta Devi memberikan uap pada mesin kopi hingga bergaya dengan cangkir berisikan kopi buatannya.
Di sela pemotretan pun tak jarang teman-teman fotografer disabilitas Tutur Mata memperlihatkan hasil jepretannya kepada Devi dan Della yang membalas dengan gesture tubuh menandakan rasa kagum mereka terhadap foto-foto yang dihasilkan. Ini pertama kali mereka bertemu, namun sudah langsung akrab dalam gelak tawa kebersamaan.
“Kami akui, kemampuan teman-teman disabilitas Tutur Mata memang sangat berpotensi untuk menjadi fotografer profesional. Kami sebagai pihak perusahaan harus terus mendukung kreativitas mereka. Oleh sebab itu kami kolaborasikan dengan program Kopi Tutur Rasa bersama barista Tuli,” kata Gege – Public Relations Midtown Residence Surabaya yang telah mengemas kegiatan siang itu. (*)
| Pewarta | : Lely Yuana |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |