TIMES SURABAYA, SURABAYA – Partai Gerindra Surabaya mendorong agar Pemkot Surabaya memberikan prioritas perhatian terhadap orang lanjut usia (lansia). Salah satunya meneruskan program permakanan dan memberikan akses fasilitas cek kesehatan bagi kelompok rentan ini secara berkala.
Jumlah lansia di Surabaya sendiri mencapai 227 ribu jiwa atau sekitar 7,9 persen dari total penduduk pada 2025. Peningkatan jumlah lansia tentu harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesejahteraan maupun perlindungan terhadap mereka.
Meskipun dinilai telah berhasil mewujudkan kota ramah lansia, namun perlu tetap dikawal agar peningkatan kesehatan yang berujung pada angka harapan hidup bagi mereka semakin tinggi.
Untuk itu, Anggota Komisi A Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi mendorong Pemkot Surabaya untuk terus berinovasi dalam mengalokasikan anggaran PAD guna mendukung program-program pro lansia seperti permakanan yang pernah berjalan di era Wali Kota Tri Rismaharini.
"Program permakanan yang pernah diinisiasi Pemkot Surabaya tersebut bisa menjadi pilot project nasional peduli lansia, karena warga lanjut usia adalah kelompok rentan yang perlu dibantu masalah gizinya," ungkapnya di sela acara cek kesehatan gratis bagi lansia dalam rangka memperingati HUT ke-18 Gerindra di Kelurahan Mojo, Gubeng, Surabaya, Senin (2/2/2026).
Azhar Kahfi juga menegaskan, bahwa kesejahteraan lansia merupakan salah satu prioritas utama yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Azhar Kahfi, Senin (2/2/2026).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Seperti dalam rangka HUT ke-18 Gerindra, yang tidak hanya sekadar perayaan seremonial. Kader partai berlambang kepala garuda di Surabaya turun langsung ke tengah masyarakat untuk memastikan para lansia mendapatkan perhatian layak, mulai dari akses kesehatan hingga jaminan asupan nutrisi. Tampak di Kelurahan Mojo, puluhan lansia bersemangat melakukan cek kesehatan.
"Program cek kesehatan di Puskesmas ini adalah inisiatif pusat. Kami ingin memastikan lansia di Surabaya memiliki masa tua yang sehat dan produktif," ujar Azhar Kahfi.
Senada dengan Kahfi, Ketua PAC Gerindra Krembangan, Yosi Ika Maharani, menyoroti pentingnya kelanjutan program bantuan makanan (Permakanan) atau sembako, terutama bagi lansia yang sudah tidak mandiri. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait validitas data penerima.
"Pendataan ulang itu wajib. Jangan sampai bantuan yang tujuannya mulia ini justru salah sasaran. Kami di Gerindra berkomitmen mengawal ini agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan tanpa tebang pilih," tegasnya.
Pihak legislatif juga berharap skema bantuan bagi lansia bisa lebih optimal, layaknya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah.
Selain nutrisi, dukungan alat produktivitas seperti bantuan becak listrik bagi pengayuh becak lansia menjadi salah satu contoh nyata inovasi yang diharapkan terus berlanjut di Surabaya.
Dengan pengawalan ketat dari para kader di parlemen, warga berharap program kesejahteraan lansia di Surabaya tidak hanya sekadar angka di atas kertas, melainkan manfaat nyata yang dirasakan di meja makan dan fasilitas kesehatan. (*)
| Pewarta | : Lely Yuana |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |