TIMES SURABAYA, SURABAYA – Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) terus mematangkan strategi untuk memperluas jangkauan transportasi massal di wilayahnya. Keberhasilan menembus angka 8 juta penumpang sepanjang tahun 2025 menjadi katalisator bagi Pemerintah Provinsi untuk menambah koridor baru pada tahun 2026, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengungkapkan bahwa saat ini anggaran pengelolaan transportasi massal masih tertahan di angka Rp250 miliar untuk delapan koridor yang sudah ada. Mengatasi stagnasi tersebut, pihaknya mengandalkan unit Trans Jatim Luxury sebagai solusi pembiayaan mandiri melalui skema subsidi silang.
"Bus reguler tetap menjadi tulang punggung pelayanan masyarakat. Namun, layanan luxury ini kami dorong agar ekspansi jaringan bisa berjalan lebih mandiri tanpa terus bergantung pada APBD," ujar Nyono, dikutip Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, Trans Jatim Luxury hadir sebagai opsi premium non-subsidi. Berbeda dengan bus reguler yang kerap padat pada jam sibuk, layanan ini memberikan jaminan kenyamanan bagi penumpang.
"Seluruh penumpang dipastikan duduk, tidak ada yang berdiri. Ini untuk pengguna yang butuh perjalanan lebih nyaman," kata Nyono.

Meski tarif dipatok flat Rp30.000 untuk semua jarak tempuh, harga tersebut dinilai Dishub sangat kompetitif, terutama bagi rute Sidoarjo–Gresik yang ingin beralih dari penggunaan mobil pribadi.
"Saat ini, sebanyak 16 unit bus luxury telah beroperasi, dan ditargetkan bertambah delapan unit lagi pada 2026 melalui skema kerja sama swasta murni," ungkap Kadishub Jatim.
Rencana Perluasan Koridor di Jawa Timur
Dengan kemandirian finansial dari sektor non-subsidi, Dishub Jatim memproyeksikan penambahan jangkauan layanan di berbagai wilayah strategis, antara lain Gerbangkertosusila penambahan tiga koridor baru, Malang Raya penambahan 2 koridor, serta masing-masing satu koridor untuk wilayah Kediri Raya, Jember, Madiun, Pamekasan, dan Bojonegoro.
"Melalui skema non-subsidi pada koridor yang sudah mapan, kita bisa memperluas jangkauan layanan secara merata di Jawa Timur meskipun pagu anggaran tetap," tegas Nyono.
Di sisi lain, Nyono juga memberikan informasi terkini mengenai layanan Trans Laut Jatim. Saat ini, armada kapal cepat sedang dalam proses perawatan rutin (maintenance) guna menjamin keselamatan penumpang.
Layanan transportasi laut ini dijadwalkan kembali beroperasi pada akhir Januari 2026. Terkait biaya, masyarakat masih bisa menikmati harga spesial. "Selama Surat Keputusan (SK) Gubernur mengenai tarif baru belum diterbitkan, kami pastikan tarif promo masih tetap berlaku," tutup Nyono. (*)
| Pewarta | : Siti Nur Faizah |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |