Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama para nelayan usai menyerahkan alat bantu tangkap ikan. (Foto: Dok. Pemkot Surabaya)

Keluhan Nelayan di Surabaya Terkait Bahan Bakar, Eri Cahyadi: Pemkot Akan Bangun Pom Mini

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sebut kebutuhan utama yang dibutuhkan nelayan adalah bahan bakar. Namun, tidak semua nelayan menggunakan bahan bakar solar, ada pula nelay ...

TIMES Surabaya,Rabu 22 Mei 2024, 10:00 WIB
12.3K
S
Siti Nur Faizah

SURABAYAWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sebut kebutuhan utama yang dibutuhkan nelayan adalah bahan bakar. Namun, tidak semua nelayan menggunakan bahan bakar solar, ada pula nelayan yang menggunakan bahan bakar dengan jenis yang lain.

Sehingga, para nelayan yang menggunakan bahan bakar tersebut, harus membeli eceran dan merogoh kocek yang lebih besar daripada nelayan yang menggunakan solar.

“Kalau bahan bakar yang solar, insyaallah kita sudah kerjasama dengan kementerian untuk membentuk pom mini. Yang boleh mengambil solar adalah khusus nelayan. Tapi yang bensin ini, saya tanya beli dimana? Mereka bilang, beli eceran karena di pom bensin tidak boleh membeli dengan jerigen,” ujar Wali Kota Eri usai menyerahkan alat bantu tangkap ikan kepada para nelayan, Selasa (21/5/2024).

Karenanya, ia mengaku bahwa yang terpenting dalam waktu dekat ini adalah harga bahan bakar untuk perahu para nelayan. Ia pun berencana untuk melakukan kerjasama dengan Pertamina terkait proses pembelian bahan bakar untuk nelayan.

“Pemerintah akan melakukan subsidi terhadap harga tadi. Kalaupun tidak diperbolehkan, maka pemkot akan membangun pom mini yang ambil dari Pertamina. Insyaallah, semoga kalau kita bisa koordinasi dengan Pertamina, di bulan depan sudah bisa jalan, nanti pemerintah akan mensubsidi dengan jumlah bensinnya,” kata dia.

Jika upaya Wali Kota Eri berhasil, dia meminta para koordinator nelayan untuk bertanggung jawab atas pengeluaran bahan bakar mereka.

“Karena saya ingin memberikan pembelajaran, jadi koordinator nanti akan bertanggung jawab terhadap keluarnya bensin. Harus ada kejujuran, kalau 10 L, iya harus 10 L. Di laut cuma butuh 50 L, iya harus 50 L. Tidak semua dihitung, kalau dia tidak melaut,” tuturnya.

Ia melanjutkan, dengan membeli bahan bakar yang lebih mahal dari harga normal itu, para nelayan harus menekan beberapa kebutuhan mereka yang lain.

“Selama ini mereka belinya ke eceran, harganya Rp12.000. Insyaallah di bulan depan, jika saya sudah bekerja sama dengan Pertamina atau subsidinya bagaimana nanti, nelayan tetap mendapatkan harga Rp10.000 seperti beli di pom bensin,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kunjungannya kali ini Wali Kota Eri memberikan bantuan berupa alat bantu tangkap ikan berupa paket mesin perahu, jaring, serta baling-baling perahu kepada para nelayan yang bertujuan agar para nelayan dapat meningkatkan penghasilannya.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua lokasi yakni, di Jalan Kejawen Lor Gang 5/26, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak Kota Surabaya dan Jalan Tambak Wedi Barat, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Siti Nur Faizah
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.