TIMES SURABAYA, BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung (PT KAI Daop 2 Bandung) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang di Stasiun Bandung selama 15 hari masa Angkutan Lebaran 2025.
Berdasarkan data terbaru hingga hari ini, Jumat (4/4/2025), tercatat sebanyak 119.619 pelanggan berangkat dari Stasiun Bandung, sementara 130.400 pelanggan tiba di stasiun yang menjadi pusat transportasi utama di Jawa Barat tersebut.
Hari ini saja, 6.387 penumpang tercatat berangkat dan 7.193 penumpang tiba di Stasiun Bandung, menunjukkan tren peningkatan arus mudik dan balik yang masih akan terus berlangsung hingga puncaknya nanti pada pekan kedua April 2025.
Sejak dimulainya masa Angkutan Lebaran pada 21 Maret hingga 11 April 2025 mendatang, Daop 2 Bandung mencatat 356.410 pelanggan telah memiliki tiket kereta api, dengan tingkat okupansi mencapai 100,3 persen dari total 355.996 tempat duduk yang disediakan.
Lonjakan penumpang ini mencerminkan betapa besar kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api untuk perjalanan mudik maupun balik Lebaran tahun ini.
“Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, khususnya di Stasiun Bandung. Selama periode angkutan Lebaran, kami memastikan pelayanan tetap optimal, dengan menjaga ketepatan waktu perjalanan, keamanan, dan kenyamanan penumpang,” ujar Kuswardojo, Manager Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Jumat (4/4/2025)
Tiga penumpang KA saat berpose pada Photo Box di stasiun Bandung, Jumat (4/4/2025) (FOTO: Daoo 2 Bandung)
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang masih terus berlangsung, PT KAI Daop 2 Bandung telah menambah satu kereta kelas eksekutif pada KA Argo Parahyangan relasi Bandung–Gambir pulang-pergi (PP), dengan jadwal keberangkatan pukul 19.25 WIB dari Stasiun Bandung. Penambahan ini berlaku hingga 8 April 2025.
Selain itu, PT KAI Daop 2 Bandung juga mengerahkan tambahan petugas yang bertugas melayani penumpang sejak tiba di area parkir, boarding, hingga masuk ke dalam rangkaian kereta. Prosedur ini dilakukan demi memastikan kelancaran operasional dan ketepatan waktu keberangkatan KA.
Pihak PT KAI Daop 2 Bandung kembali mengimbau seluruh pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, minimal 30 menit sebelum waktu keberangkatan. Boarding paling lambat adalah 5 menit sebelum kereta berangkat, baik di Stasiun Bandung maupun Stasiun Kiaracondong.
Pelanggan juga diingatkan untuk memperhatikan barang bawaannya dan tetap mematuhi aturan selama dalam perjalanan, termasuk menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian selama musim mudik tahun ini adalah hadirnya Photo Box gratis bertema kereta panoramic di Stasiun Bandung. Sejak diluncurkan pada 27 Maret 2025, fasilitas ini telah digunakan oleh ribuan pelanggan setiap harinya.
“Kami ingin setiap momen perjalanan mudik Lebaran bersama KAI menjadi kenangan yang tak terlupakan. Photo Box ini dilengkapi mesin cetak yang memungkinkan pelanggan membawa pulang hasil foto secara gratis dan juga bisa mendapatkan soft file-nya,” tutur Kuswardojo.
Fasilitas ini berkolaborasi dengan karakter lokal seperti Budi, Si Bedil, dan Tuti n friends, dan menyediakan berbagai properti tematik profesi kereta api seperti topi masinis, kondektur, serta PPKA. Lokasinya berada di Ruang Tunggu Keberangkatan sisi utara Stasiun Bandung, dan akan tersedia hingga 11 April 2025.
Seorang penumpang KA bernama Caca, yang baru pulang mudik dari Klaten, Jawa Tengah dengan KA Lodaya New Generation, mengungkapkan kegembiraannya atas keberadaan Photo Box tersebut.
“Ini tuh sangat-sangat bikin momen banget, soalnya habis naik kereta, kita bisa abadikan momennya saat masih gendong tas bersama keluarga. Jadi bagus, menarik, sangat terbantu dokumentasinya. Terima kasih KAI,” ujar Caca.
Tidak hanya untuk orang dewasa, Photo Box juga jadi hiburan menarik bagi anak-anak yang menunggu keberangkatan kereta. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Okupansi KA Masa Angkutan Lebaran 2025 di PT KAI Daop 2 Bandung Tembus 100,3 Persen
Pewarta | : Harniwan Obech |
Editor | : Ronny Wicaksono |