TIMES SURABAYA, SURABAYA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Arif Fathoni meminta agar program anggaran kepemudaan sebesar Rp5 juta per RW, difokuskan pada penguatan literasi dan pemasaran digital usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Ia menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital, termasuk ancaman hoaks dan penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"AI itu bisa menjadi penuntun, tapi juga bisa menjadi jembatan yang meruntuhkan kebhinekaan jika disalahgunakan. Karena itu, literasi digital anak muda menjadi kunci untuk menangkal hoaks dan disrupsi informasi," ujar Fathoni, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, potensi manipulasi informasi digital kedepan, berpotensi memicu konflik sosial jika masyarakat tidak dibekali kemampuan memilah informasi secara kritis.
"Tugas pemerintah bukan memaksakan kehendak, tetapi meningkatkan kapasitas generasi muda agar siap menjadi pemimpin masa depan Surabaya," ungkap Fathoni.
Melalui anggaran Rp5 juta per RW ini, Pemkot Surabaya mendorong pemuda, melalui Karang Taruna untuk berperan sebagai agent of truth.
"Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan di tingkat kelurahan harus hadir di ruang-ruang edukasi warga. Misalnya lewat sinau bareng atau forum belajar bersama untuk mengedukasi soal hoaks dan verifikasi informasi," tambahnya.
Selain literasi digital, anggaran kepemudaan ini juga diarahkan untuk penguatan digital marketing guna mendukung promosi UMKM lokal.
"Pembinaan itu bukan berarti diberi Rp5 juta lalu disuruh buka usaha. Yang penting adalah peningkatan skill dan pengalaman. Anak muda sekarang tidak bisa lepas dari gadget, jadi harus diarahkan ke hal-hal produktif, pastinya dengan menghadirkan narasumber atau pakar digital branding dan pemasaran digital," tegasnya.
Politisi Partai Golkar ini menyebut, pelaksanaan program dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. "Sehingga ini sejalan dengan visi Wali Kota Surabaya dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi," tandasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: DPRD Surabaya Dorong Anggaran Kepemudaan Difokuskan Literasi Digital dan UMKM
| Pewarta | : Siti Nur Faizah |
| Editor | : Deasy Mayasari |