TIMES SURABAYA – Kemegahan panggung MUMTAZ SMART COMPETITION 2025 pada Sabtu (30/8/2025) menjadi saksi transformasi ratusan anak usia dini yang berani mengambil langkah pertama mengalahkan demam panggung. Ajang yang diikuti 1.000 peserta dari 152 TK/RA Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik ini berhasil membingkai kompetisi sebagai wadah pengembangan karakter, jauh sekadar perlombaan biasa.
Menurut Laras Ayuningtyas Manggiasih, Kepala Koordinator Acara, keberagaman jenis lomba seperti Tari Kreasi, Fashion Show, Mewarnai, Adzan, dan Tahfidz sengaja dirancang untuk mengakomodasi berbagai bakat anak.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi proses pengenalan diri bagi anak-anak. Setiap penampilan, baik itu di bidang seni maupun agama, adalah langkah kecil menuju pembentukan identitas dan kepercayaan diri mereka," ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya TK yang terlibat, mulai dari TK Perwanida, TK Baby Smile School, hingga TK Bina Insan Mulia Surabaya.
Setyaningsih, Kepala TK Bina Insan Mulia, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.
"Yang luar biasa bukan hanya penampilan, tapi kemandirian dan keberanian anak-anak TK A. Mereka tampil tanpa didampingi orang tua, menunjukkan bahwa kompetisi ini berhasil menstimulasi growth mindset sejak dini," katanya.
Kompetisi ini juga menjadi cermin komitmen SD MUMTAZ sebagai sekolah inklusi yang berkolaborasi dengan lembaga internasional. Laras menambahkan, program Tahfidz yang menjadi unggulan sekolah tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga diintegrasikan dalam perlombaan untuk memastikan pembangunan akhlak mulia sejalan dengan pengembangan bakat.
Heny Dwi Utami, Humas SD Al Mumtaz, menegaskan bahwa event ini adalah bagian dari strategi pengenalan sekolah yang lebih luas.
“Sudah menjadi ajang tahunan bagi kami, kedepannya bisa lebih dikenal dan juga aktif menjadi wadah minat bakat peserta didik” ujar Heny.
Ia juga berharap semakin banyak TK/RA yang mengenal kualitas dan pendekatan humanis SD MUMTAZ, sehingga dapat bersinergi mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berani menghadapi tantangan global.
Pewarta | : Biro Surabaya Raya |
Editor | : Ferry Agusta Satrio |