Ramadan 2026, ACI Putar Roda Ekonomi Jatim Bersama 10.000 Mitra
Ramadhan 2026 dorong ekonomi Jatim. ACI libatkan 10.000 mitra driver dan merchant untuk perkuat UMKM, tingkatkan pendapatan, dan putar ekonomi lokal selama bulan suci.
SURABAYA – Bulan suci Ramadan 2026 kembali menjadi pendorong utama denyut ekonomi masyarakat. Aktivitas warga meningkat tajam, terutama di sektor kuliner, transportasi, dan layanan antar. Lonjakan transaksi makanan, kebutuhan harian, hingga mobilitas menjelang berbuka dan sahur menghadirkan peluang besar bagi pelaku usaha serta penyedia jasa, termasuk platform ojek online lokal Jawa Timur, ACI (Aku Cinta Indonesia).
Di tengah momentum tersebut, ACI mengambil peran strategis dengan memperkuat ekosistem kemitraannya. Melibatkan 10.000 mitra yang terdiri dari 5.000 driver dan 5.000 merchant, ACI menargetkan perputaran ekonomi Ramadan benar-benar kembali ke masyarakat daerah.
Direktur ACI Suroto menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar periode peningkatan transaksi, melainkan kesempatan memperluas akses penghasilan bagi mitra lokal.
"Pertumbuhan aktivitas ekonomi selama bulan puasa harus memberi dampak langsung pada driver dan pelaku UMKM," kata Suroto, di Surabaya, Jumat (20/2/2026).
Sebagai platform yang tumbuh dari Jawa Timur, ACI mengedepankan semangat kebersamaan dan kebanggaan daerah. Kolaborasi antara driver dan merchant diharapkan menciptakan siklus ekonomi yang saling menguatkan, sekaligus memperkokoh daya tahan usaha lokal di tengah dinamika ekonomi.
Peluang Penghasilan Lebih Fleksibel
Keberadaan 5.000 driver aktif menjadi bagian penting dalam membuka akses pendapatan yang lebih luwes. Sistem kemitraan memungkinkan pengemudi mengatur jam kerja sesuai kebutuhan, baik sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan. Pada momen Ramadhan, peningkatan permintaan layanan antar makanan dan kebutuhan sahur memberikan tambahan peluang yang signifikan.
Salah satu mitra driver di Malang, Ahmad Fauzi, merasakan lonjakan order terutama menjelang berbuka dan sahur. Ia menilai fleksibilitas waktu kerja menjadi keuntungan tersendiri, karena dapat menyesuaikan jadwal dengan kebutuhan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan.
Akses Pasar Lebih Luas untuk Merchant
Di sisi lain, 5.000 merchant aktif yang mayoritas bergerak di sektor kuliner turut merasakan dampak positif. Ramadan identik dengan tingginya permintaan takjil, menu berbuka, hingga makanan sahur. Melalui platform digital, pelaku usaha tak lagi bergantung sepenuhnya pada pembeli yang datang langsung.
Siti Rahmawati, pelaku usaha kuliner di Surabaya, mengungkapkan bahwa pesanan cenderung stabil selama Ramadhan berkat sistem pemesanan daring. Momen ngabuburit menjadi jam paling sibuk, sekaligus peluang memperluas jangkauan pelanggan tanpa biaya operasional tambahan.
Manajemen ACI menegaskan, keterlibatan 10.000 mitra bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi gerakan ekonomi berbasis daerah. Setiap transaksi diharapkan menjadi bagian dari sirkulasi keuangan yang kembali berputar di Jawa Timur, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, dan menjaga daya beli masyarakat selama Ramadhan 2026.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



