Pasar Murah di Pasuruan, Upaya Gubernur Khofifah Tekan Gejolak Harga Jelang Ramadan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di Kota Pasuruan sebagai langkah intervensi dini menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan 2026.
Pasuruan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar Pasar Murah di permukiman warga RT 02 RW 05, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Selasa (17/2/2026). Langkah ini merupakan intervensi dini Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa setiap menjelang Ramadan, permintaan bahan pokok cenderung meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga. Oleh karena itu, pasar murah digelar agar masyarakat dapat menyambut bulan puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran akan gejolak harga.
"Setiap menjelang Ramadan, permintaan meningkat dan berpotensi mendorong kenaikan harga. Kita lakukan intervensi lebih awal agar tidak terjadi gejolak. Pasar murah ini adalah langkah preventif agar masyarakat bisa menyambut Ramadan dengan tenang," ujar Khofifah di lokasi.
Dalam pasar murah ini, berbagai komoditas strategis dijual di bawah harga pasar. Rinciannya antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia pula telur ayam ras seharga Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.
Tidak hanya penjualan bersubsidi, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan beras dan telur secara gratis kepada lansia serta anak-anak yang hadir. Aksi sosial ini menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok sekaligus pemenuhan gizi keluarga, terutama bagi kelompok rentan.
Khofifah menegaskan, pengendalian harga juga diperkuat dengan pengawasan distribusi, pemetaan stok, serta koordinasi lintas sektor guna mencegah kelangkaan dan praktik spekulasi.
"Menjelang Ramadan ini, kita pastikan harga terkendali dan stok aman. Tidak ada ruang bagi spekulan memainkan harga. Itu komitmen kami agar masyarakat fokus beribadah, bukan khawatir dengan kenaikan harga," tegasnya.
Kehadiran Pasar Murah Pemprov Jatim ini disambut positif oleh warga setempat. Ifa Nur, warga RT 02, mengaku sangat terbantu mengingat beberapa komoditas mulai merangkak naik di pasaran.
"Alhamdulillah sangat membantu, apalagi mau masuk Ramadan biasanya harga naik. Di sini lebih murah dibandingkan di pasar, jadi bisa sedikit hemat untuk kebutuhan dapur," ungkap Ifa.
Senada dengan itu, Slamet, warga RT 01, berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin, terutama menjelang hari besar keagamaan.
"Kalau bisa rutin, karena menjelang puasa biasanya harga cabai, telur, dan beras itu naik. Dengan adanya pasar murah ini, kami merasa diperhatikan dan sangat terbantu," tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



