Ilustrator Meta Panji, Ostin Octafianus. (Foto: Dok.TIMES Indonesia)

Novel Meta Panji: Kawinkan Cerita Klasik Nusantara dengan Estetika Anime dan Game

Novel Meta Panji karya Reno Halsamer mengawinkan kisah klasik Nusantara dengan visual anime dan atmosfer gim Souls-like untuk menarik minat generasi muda.

TIMES Surabaya,Rabu 29 Juli 2026, 18:55 WIB
472
L
Lely Yuana

SURABAYAKisah Panji yang lahir lebih dari tujuh abad lalu kini hadir dalam format visual baru. Melalui novel Meta Panji, warisan budaya klasik Nusantara dikemas bergaya visual anime dan beratmosfer gim Souls-like untuk menjangkau generasi digital.

Cerita Panji yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of the World pada 2017 kembali dihadirkan melalui karya budayawan sekaligus pegiat museum, Reno Halsamer.

Berbeda dari adaptasi terdahulu, karya ini mengusung pendekatan fantasi berbasis latar sejarah (fantasy with historical setting) dengan visual bergaya modern yang menyasar pembaca muda, penggemar gim, serta penikmat anime.

Di balik perancangan visual tersebut, hadir Ostin Octafianus sebagai ilustrator yang dipercaya membangun wajah baru karakter-karakter Panji. Baginya, tantangan utama terletak pada upaya mengubah cara pandang generasi muda terhadap budaya tradisional.

"Karena Meta Panji berada dalam ranah fantasy with historical setting, kami memiliki kebebasan menambahkan elemen-elemen fantasi yang familiar bagi audiens modern. Namun, fondasinya tetap berasal dari kostum dan elemen sejarah yang autentik," ujar Ostin, Rabu (29/7/2026).

Pendekatan tersebut menjadikan Meta Panji sebagai interpretasi baru yang mempertemukan sejarah dan budaya Nusantara dengan estetika visual modern.

Dari Relief Candi hingga Gaya Visual Anime

Merancang tokoh Panji membutuhkan proses eksplorasi mendalam. Ostin mengungkapkan bahwa karakter Panji memiliki beragam representasi visual pada relief candi, pertunjukan wayang, hingga manuskrip kuno.

Keragaman tersebut dimanfaatkan untuk meramu berbagai referensi sejarah menjadi karakter baru yang berakar pada budaya lokal, namun tetap relevan bagi penikmat budaya populer.

"Target utama kami adalah membangun kesan pertama (first impression). Pembaca akan melihat Panji sebagai karakter utama yang menarik seperti tokoh anime. Namun, ketika diamati lebih jauh, setiap detail kostum, perlengkapan, hingga ornamen memiliki keterkaitan dengan sejarah dan budaya Nusantara," jelas Ostin.

Dengan pendekatan ini, ilustrasi tidak hanya berfungsi sebagai pemanis halaman, tetapi juga menjadi media edukasi visual untuk mengenalkan identitas budaya kepada pembaca.

Menghadirkan Pengalaman Membaca ala Gim

Meta Panji membawa konsep yang berbeda dari novel sejarah konvensional. Pengalaman membaca dirancang untuk menghadirkan sensasi serupa permainan gim bergenre Souls-like, baik dari tempo cerita, ritme petualangan, hingga atmosfer cerita.

Konsep ini dipilih karena audiens muda dinilai lebih mudah terhubung dengan penyajian visual interaktif. Di balik setiap ilustrasi, tersimpan simbol budaya Nusantara dan filosofi Jawa.

"Tentu ada simbol-simbol yang kami sisipkan. Bahkan sampai sekarang masih terus kami kembangkan agar memiliki keterhubungan dengan konteks sejarah pada zamannya," kata Ostin.

Menjaga Identitas Nusantara di Tengah Budaya Pop Global

Ostin tidak menampik bahwa gaya visual anime masih menjadi bahasa desain yang dominan di kalangan anak muda. Oleh karena itu, Meta Panji memanfaatkan estetika anime sebagai medium penarik minat, tanpa menghilangkan identitas lokal.

Jati diri Indonesia dibangun melalui rancangan kostum, senjata, perlengkapan, arsitektur, hingga ornamen yang berakar pada budaya Nusantara dan era Majapahit.

"Gaya anime adalah gaya visual yang paling populer saat ini. Tetapi ciri khas Indonesia tetap kami hadirkan melalui desain karakter, kostum, perlengkapan, dan berbagai elemen budaya Nusantara yang dipadukan dengan unsur fantasi," terangnya.

Bagi Ostin, desain karakter yang kuat menjadi kunci agar pembaca tertarik memasuki jalan cerita.

Prospek Pengembangan Intellectual Property (IP)

Status Cerita Panji sebagai Memory of the World dinilai Ostin sebagai peluang besar untuk mengenalkan warisan Nusantara ke tingkat global.

Ia berharap Meta Panji tidak berhenti sebagai karya novel, melainkan berkembang menjadi Intellectual Property (IP) media kreatif yang mencakup serial anime, gim, hingga film.

"Harapannya, Panji bisa menjadi IP anime asli Indonesia yang sudah belasan tahun dinantikan. Semoga Meta Panji menjadi dorongan bagi kemajuan industri animasi, gim, dan film Indonesia hingga mampu dikenal di tingkat internasional," ungkap Ostin. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.