Surabaya Sport Fashion Festival 2026: Batik Sampang dan Teknik 3D Jadi Tren Sportswear Baru
Desainer Mahdia Afra (Kanan) dan Elisa Revaldinha (Kiri) saat menjelaskan konsep pakaian olahraga inovatif yang merespons isu lingkungan dan teknik desain modern. (Foto: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)

Surabaya Sport Fashion Festival 2026: Batik Sampang dan Teknik 3D Jadi Tren Sportswear Baru

Panggung SSFF 2026 Surabaya tampilkan karya inovatif Mahdia Afra dengan pesan lingkungan Batik Sampang dan teknik busana olahraga 3D karya Elisa Revaldinha.

TIMES Surabaya,Jumat 15 Mei 2026, 16:30 WIB
1.5K
Z
Zisti Shinta Maharani

SurabayaPanggung Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 hari pertama tidak hanya menjadi ajang pamer kreativitas, melainkan juga ruang artikulasi isu lingkungan dan eksplorasi teknik tingkat tinggi. Dua desainer lokal, Mahdia Afra dan Elisa Revaldinha, berhasil mencuri perhatian lewat pendekatan eksperimental mereka terhadap busana olahraga modern.

​Meningkatnya kesadaran wanita berhijab untuk berolahraga di tengah fenomena cuaca panas ekstrem ditangkap sebagai peluang sekaligus tantangan oleh Mahdia Afra. Desainer asal Madura pemilik label Mahdeeya Official ini mengawinkan eksotisme Batik Sampang dengan isu coral bleaching lewat koleksi bertajuk Dive Into Serenity. 

​"Kesadaran perempuan berhijab untuk hidup sehat lewat olahraga sekarang berkembang pesat. Tapi kita juga menghadapi krisis iklim. Makanya, saya pilih bahan yang agak kaku tapi menyerap keringat agar tetap nyaman di cuaca panas sekarang," ujar Mahdia saat ditemui di Ciputra World Surabaya, Jumat (15/5/2026).

​Melalui 6 look yang ditampilkan, Mahdia bermain dengan narasi warna yang kritis. Warna off-white merepresentasikan terumbu karang yang stres dan memutih, warna krem menandakan karang yang sehat, sementara warna navy menjadi simbol pertahanan diri laut melawan kerusakan ekosistem.

​Di sisi lain, inovasi berbeda disuguhkan oleh Elisa Revaldinha Herry Mascarenhas, desainer muda dari Petra Christian University. Mewakili kelas intermediate, Elisa justru mengeksplorasi sisi psikologis manusia urban melalui tema besar kebahagiaan sederhana yang diwujudkan dalam konsep Bubble. 

​Berbeda dengan pakaian olahraga konvensional yang cenderung minimalis, Elisa justru berani mengadaptasi teknik catwalk 3D ke dalam busana olahraga melalui metode patchwork, bubble, dan beading.

​"Proses dari mindcraft, menentukan konsep, hingga menyusun moodboard itu memakan waktu sekitar dua minggu di kelas. Di koleksi ini, saya menonjolkan teknik 3D patchwork dan beading untuk memancarkan efek gelembung yang melambangkan kebahagiaan," jelas Elisa yang juga merilis 6 look busana olahraga inovatif tersebut.

​Hadirnya karya Mahdia yang sarat pesan lingkungan berbasis Wastra Sampang, berpadu dengan eksperimen teknik 3D sportswear milik Elisa, membuktikan bahwa kiblat fashion olahraga di Surabaya telah bergeser ke arah yang lebih konseptual, berbobot, dan menjawab tantangan zaman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.