Dr. dr. Siti Asiyah Anggraeni, M.MRS, FISQua, CHQP, praktisi kesehatan senior yang resmi meraih gelar Doktor dengan IPK 3,97 dari Program Studi PSDM Sekolah Pascasarjana UNAIR. (Foto: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)

Pakar Mutu RS Siti Asiyah Anggraeni Raih Gelar Doktor di Unair dengan IPK 3,97

Praktisi kesehatan Siti Asiyah Anggraeni meraih gelar Doktor di Unair Surabaya dengan IPK 3,97 usai meneliti model daya saing rumah sakit kelas C di Tapal Kuda.

TIMES Surabaya,Selasa 21 Juli 2026, 16:49 WIB
499
Z
Zisti Shinta Maharani

SURABAYAGedung Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjadi saksi kelulusan praktisi kesehatan senior, dr. Siti Asiyah Anggraeni, M.MRS., FISQua., CHQP., Selasa (21/7/2026). Ia resmi meraih gelar Doktor usai mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor.

Berdasarkan keputusan Pimpinan Sidang, Siti Asiyah dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan raihan IPK 3,97. Ia menuntaskan masa studi dalam waktu 3 tahun 5 bulan 20 hari, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai Doktor ke-150 dari Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana Unair.

Capaian akademis ini menjadi bukti konsistensi dan dedikasi Siti Asiyah di bidang manajemen pelayanan kesehatan. Sebagai dokter sekaligus pimpinan rumah sakit, ia fokus pada tata kelola mutu, keselamatan pasien, dan pengembangan SDM.

Rekam Jejak dan Komitmen Mutu

Rekam jejak karier Siti Asiyah mencakup berbagai posisi strategis di manajemen rumah sakit, khususnya di wilayah Tapal Kuda dan Kabupaten Banyuwangi. Kepemimpinannya menekankan pentingnya keselarasan antara kompetensi teknis medis dan sistem manajemen yang adaptif.

Selain gelar medis dan Magister Manajemen Rumah Sakit (M.MRS), ia memegang sertifikasi tingkat nasional dan internasional, di antaranya Fellowship of The International Society for Quality in Healthcare (FISQua) dan Certified Health Quality Professional (CHQP).

Riset Disertasi: Menjawab Tantangan RS Kelas C

Dalam disertasinya yang berjudul "Model Sustainable Competitive Advantage Pada Rumah Sakit Kelas C Se-Wilayah Tapal Kuda Jawa Timur", Siti Asiyah menyoroti pentingnya daya saing berkelanjutan bagi rumah sakit kelas C di tengah perubahan regulasi kesehatan.

Riset kuantitatif multilevel berbasis teori Dynamic Capabilities yang melibatkan 1.053 responden dari 33 rumah sakit ini membuktikan bahwa daya saing RS Kelas C tidak selalu dibangun melalui investasi fisik yang mahal.

Kunci utamanya terletak pada kemampuan organisasi mengonversi komitmen (Commitment to Change) dan partisipasi (Participation of Change) pegawai menjadi Kapasitas Perubahan Organisasi (Organizational Capacity for Changes/OCC). Riset ini juga menemukan bahwa inersia organisasi (Organizational Inertia) yang terstruktur berupa rutinitas dan SOP mapan justru memperkuat kapasitas perubahan dalam menciptakan keunggulan bersaing berkelanjutan.

Menjembatani Praktisi dan Akademisi

Didorong semangat memberikan dampak yang luas, Siti Asiyah berhasil menyelesaikan studi doktornya di tengah kesibukan sebagai praktisi aktif.

"Gelar doktor adalah awal dari sebuah perjalanan. Gelar ini adalah amunisi untuk belajar, berbagi, dan mengabdi. Gelar doktor tidak menempatkan kita di menara gading akademis, melainkan bagaimana kita mampu menghadirkan sebanyak-banyaknya manfaat bagi sesama," ujar Dr. dr. Siti Asiyah Anggraeni, M.MRS., FISQua., CHQP., usai prosesi ujian terbuka.

Dukungan keluarga, terutama sang suami dr. Aswin Agung Nugroho, Sp.M., beserta anak-anaknya, menjadi pendorong utama dalam menuntaskan pendidikan tersebut.

Promotor Utama, Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog, memberikan apresiasi atas ketangguhan, ketelitian, dan etika kerja Siti Asiyah selama masa studi. Menurutnya, Siti Asiyah adalah contoh nyata figur yang berhasil menyatukan pengalaman praktis di lapangan dengan kedalaman analisis akademis.

"Ibarat sebuah kapal yang berlayar, nakhodanya di rumah sakit harus membawa kapal ini mau berlabuh ke mana. Tidak boleh ada satu pun dari seluruh pengawak kapal rumah sakit dari berbagai profesi itu yang tertinggal. Kita harus membuat nakhoda kapal ini bisa membawa kapal berlayar dengan sangat baik untuk terus berkembang ke depan," kata Prof. Fendy.

Dengan raihan gelar doktor ini, Siti Asiyah memantapkan perannya sebagai akademisi-praktisi yang siap berkontribusi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Jawa Timur dan Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.