Fakultas Syariah UIN Madura dan Université Sidi Mohamed Ben Abdellah Maroko Teken LoI Kolaborasi Internasional
Melalui LoI ini, kedua pihak menyatakan minat bersama untuk mengembangkan sejumlah program kolaboratif, mulai dari riset bersama, publikasi ilmiah kolaboratif di jurnal akademik, pertukaran dosen dan peneliti, hingga penyelenggaraan seminar.
SURABAYA – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Madura (UIN Madura) menandai langkah penting dalam penguatan jejaring akademik internasional melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan Fakultas Syariah Université Sidi Mohamed Ben Abdellah, Maroko.
Dokumen kerja sama ini ditandatangani secara resmi di Pamekasan dan Fes oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Madura, Assoc. Prof. Muhammad Taufiq, Ph.D., dan Dekan Fakultas Syariah Université Sidi Mohamed Ben Abdellah, Prof. Dr. Abdelmalek Aouich pada Senin (16/2/2026).
Penandatanganan LoI tersebut merupakan wujud komitmen awal kedua institusi dalam membangun kerja sama akademik dan penelitian di bidang hukum Islam dan ilmu syariah.
Dalam konteks globalisasi pendidikan tinggi dan meningkatnya kebutuhan akan perspektif komparatif dalam studi Islam, kolaborasi lintas negara ini dipandang strategis untuk memperkaya khazanah keilmuan sekaligus memperkuat posisi kedua fakultas dalam percaturan akademik internasional.
Melalui LoI ini, kedua pihak menyatakan minat bersama untuk mengembangkan sejumlah program kolaboratif, mulai dari riset bersama, publikasi ilmiah kolaboratif di jurnal akademik, pertukaran dosen dan peneliti, hingga penyelenggaraan seminar, konferensi, dan webinar internasional.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik yang berkualitas, tetapi juga membuka ruang dialog ilmiah antara tradisi keilmuan Asia Tenggara dan Afrika Utara dalam merespons isu-isu kontemporer hukum Islam.
“Alhamdulillah LoI untuk kesepakatan kerjasama Fakultas Syariah UIN Madura dan Fakultas Syariah Universitas Sidi Muhammad Abdullah Fes, Maroko telah terbit. Setelah tahun 2024 kolaborasi penelitian di Fes dan diundang ke ICILAC 2025 secara online," ungkap Prof Taufiq yang juga merupakan dekan termuda di lingkungan PTKIN.
Ia menambahkan, Letter of Intent ini mencerminkan itikad baik dan saling pengertian antara kedua institusi.
LoI tersebut akan menjadi fondasi bagi penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor UIN Madura dan Rektor Université Sidi Mohamed Ben Abdellah yang lebih komprehensif dan operasional di masa mendatang. Dokumen ini berlaku selama satu tahun sejak tanggal penandatanganan.
Kerja sama ini sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Syariah UIN Madura untuk terus memperluas kemitraan internasional yang produktif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, bagi Fakultas Syariah Université Sidi Mohamed Ben Abdellah, kolaborasi ini membuka peluang penguatan kajian hukum Islam dalam perspektif komparatif, khususnya dalam memahami dinamika sosial-keagamaan di Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia.
Dengan terjalinnya Letter of Intent ini, kedua fakultas optimistis bahwa kemitraan akademik Indonesia–Maroko akan berkembang menjadi kerja sama strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan studi syariah dan hukum Islam di tingkat global.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




