Rektor Unesa Targetkan 50 Guru Besar Baru Tahun Ini, Percepat Kenaikan Pangkat Dosen
Unesa kukuhkan 9 Guru Besar baru. Prof Martadi tawarkan solusi AI untuk pelestarian budaya dan Rektor Unesa targetkan 50 profesor di tahun 2026.
Surabaya – Inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman sangat dibutuhkan oleh perguruan tinggi, salah satunya Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang kembali memperkuat jajaran akademisinya melalui pengukuhan sembilan Guru Besar baru, Selasa (10/2/2026).
Diantaranya Prof. Dr. Martadi, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unesa. Dalam penelitiannya, ia mematahkan paradigma lama yang menganggap teknologi sebagai ancaman bagi kelestarian budaya.
"Selama ini ada pemikiran seolah-olah ketika ada teknologi, tradisi harus mati. Padahal keduanya bukan sesuatu yang bertentangan, melainkan bisa dikolaborasikan membentuk harmoni," ungkapnya.
Prof Martadi menekankan bahwa teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), justru menjadi alat vital untuk mengonstruksi kembali seni tradisi agar menarik bagi generasi muda.
"Salah satu inovasi yang diusung adalah penggunaan teknologi untuk menghidupkan relief Candi Borobudur atau suasana era Majapahit ke dalam ruang kelas secara imersif," katanya.
Meskipun Indonesia kaya akan karakter budaya, lanjut Prof Martadi, nilai-nilai tersebut seringkali absen dalam keseharian siswa di sekolah. Hal ini menyebabkan munculnya floating generation, generasi yang kehilangan arah karena lebih mengenal budaya asing (seperti tren Korea) daripada budaya sendiri akibat minimnya platform akses.
"Untuk mengatasi hal tersebut, Unesa telah mengidentifikasi nilai budaya di berbagai provinsi untuk diinternalisasi ke dalam buku tematik multimoda. Seperti siswa di Banyuwangi atau Kalimantan akan mempelajari kurikulum nasional yang dikemas dengan konteks budaya lokal mereka (Banyuwangi atau Dayak)," ujarnya.
Selain itu, kedepannya, buku pelajaran tidak lagi sekadar teks, melainkan dilengkapi fitur scan video dan animasi agar lebih interaktif bagi anak-anak.
Manusia Tetap Menjadi Tuan atas Teknologi
Menanggapi kekhawatiran para kreator dan animator terhadap ancaman AI, Prof. Martadi menegaskan bahwa sisi kemanusiaan tidak akan tergantikan.
"Kalau hanya mengandalkan teknis, AI akan menang. Tapi kekuatan manusia ada pada ide, inovasi, dan konsep. Teknologi adalah alat, manusia harus tetap menjadi tuannya, bukan budaknya," tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, menyatakan rasa bangganya atas pengukuhan ini. Ia menegaskan bahwa Unesa secara by design terus mengawal dosen-dosennya untuk mencapai gelar tertinggi akademik melalui subdirektorat khusus sumber daya manusia (SDM).
"Tahun ini kami menargetkan 50 Guru Besar. Saat ini sudah ada 13 yang berproses cepat," kata Cak Hasan, sapaan lekatnya.
"Selain untuk mencermati Tridharma Perguruan Tinggi, melalui subdirektorat khusus, kami tidak ingin ada lagi SDM yang mandek kenaikan pangkatnya 5-10 tahun, bahkan 15 tahun," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




