TK Don Bosco Bekali Siswa Edukasi Seksual Sejak Dini
TK Don Bosco memberikan edukasi seksual sejak dini melalui metode gerak dan lagu untuk mencegah kekerasan seksual. Sekolah juga libatkan orang tua lewat forum parenting.
Surabaya – Edukasi seksual harus diberikan bertahap dan berulang terus menerus sejak siswa usia TK sampai SMA. Salah satunya untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual oleh predator.
Orang-orang di sekitar anak seperti keluarga dan sekolah, tentu memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan mengedukasi anak tentang bahaya laten kekerasan seksual tersebut. Begitu pula yang dilakukan oleh TK Don Bosco dengan menggelar edukasi seksual bagi seluruh siswanya pada Selasa (12/5/2026).
Edukasi diberikan secara sederhana dan mudah dipahami melalui gerak dan lagu untuk memberikan pemahaman kepada anak tentang area tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain.
Guru bergantian menjelaskan mengenai bagian mana tubuh mana saja yang harus dijaga saat bertemu orang ataupun saat berenang, hingga bagaimana cara menghindari perbuatan orang yang mencurigakan dengan berteriak atau minta tolong.
"Aak-anak cukup mengerti juga, karena kami memberikan edukasi dengan bahasa anak-anak, dengan permainan dan lagu sehingga anak-anak mengerti," kata Kepala TK Don Bosco, Maria Wahyuni.
Maria mengungkapkan, edukasi seksual untuk anak-anak usia TK ini diberikan, menyusul beberapa kejadian-kejadian kekerasan seksual oleh predator anak di daerah yang kini sedang ramai dibicarakan.
"Maka, kami ingin membekali anak-anak ini dengan edukasi untuk menjaga dirinya," kata Maria.
Selama ini, TK Don Bosco selalu menyelipkan edukasi serupa dalam modul yang mengajarkan bagaimana anak-anak harus menjaga diri mereka sendiri. Modul ini tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga satu paket untuk bekal orang tua melalui forum parenting.
"Kami mengagendakan parenting setiap satu tahun sekali sebagai wawasan pendampingan anak dan cara menjadi orang tua yang baik," ucapnya.
Maria mengatakan, TK Don Bosco memandang edukasi seksual sejak dini sangat penting dilakukan.
"Karena, kita tidak tahu ya, di luar sana bagaimana. Saya juga menekankan kepada anak-anak, bahwa tidak semua orang di sekitar kita itu baik. Tetapi, yang baik di sekitar kita pun ada yang tidak baik," ungkap Maria.
Maria kemudian menjelaskan bagaimana mengenali orang baik yang tidak baik apalagi orang yang tidak dikenal. Yaitu ketika mereka mulai melakukan perbuatan seperti ciri-ciri yang sudah disampaikan.
Sementara terkait pengawasan di sekitar lingkungan sekolah, TK Don Bosco menyediakan penjaga yang menjaga anak-anak saat hendak cuci tangan maupun hendak ke toilet. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

