Khofifah Apresiasi Program Pesantren Ramadan Anak Muslimat NU
TIMES Surabaya/Ketum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur'an dan penutupan pesantren anak di Kantor Muslimat Jakarta, Sabtu (7/3/2026). (FOTO: Dok.Humas Pemprov Jatim)

Khofifah Apresiasi Program Pesantren Ramadan Anak Muslimat NU

Dalam peringatan Nuzulul Qur’an dan penutupan Pesantren Anak Ramadan PP Muslimat NU, Khofifah menegaskan peran penting Muslimat NU dalam membangun karakter generasi muda.

TIMES Surabaya,Minggu 8 Maret 2026, 13:58 WIB
149
L
Lely Yuana

JAKARTAKetua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Penutupan Pesantren Anak Ramadhan PP Muslimat NU yang diselenggarakan di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai pilar pergerakan perempuan Nahdliyin yang terus menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin di tengah masyarakat.

Khofifah menegaskan, bahwa peran Muslimat NU tidak hanya berkontribusi bagi bangsa dan negara, tetapi juga dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian, kasih sayang, dan keberkahan bagi seluruh umat manusia.

article

Menurutnya, sebagai seorang ibu, anggota Muslimat NU memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan membangun karakter generasi muda sejak usia dini.

Sejalan dengan hal tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kebijakan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) yang membatasi akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

"Untuk itu, kita menyampaikan terima kasih kepada Ibu Menkomdigi. Karena sudah mengeluarkan keputusan bahwa mulai tanggal 26 Maret, anak-anak di bawah 16 tahun sudah dilarang mengakses media sosial," ucapnya.

Khofifah mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk potensi adiksi gawai yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan perkembangan anak.

article

Ia menilai, tidak semua orang tua dapat terus-menerus memantau aktivitas digital anak-anaknya, sehingga kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga tumbuh kembang generasi muda.

Sementara itu, Ketua PP Muslimat NU Arifah Fauzi yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengapresiasi gagasan Khofifah dalam menghadirkan program Pesantren Ramadan Anak. Menurutnya, program tersebut kini mendapat dukungan dari enam kementerian serta Kementerian Koordinator PMK dan telah disebarluaskan ke berbagai daerah di Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.