Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa Dievakuasi ke RS
Ratusan siswa di wilayah Surabaya diduga keracunan MBG dan dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas.
Surabaya – Ratusan siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Kota Surabaya, diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026).
Informasi yang dihimpun, sebanyak 200 siswa dari 12 instansi pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP, mengalami keluhan serupa seperti mual, muntah, pusing, hingga lemas beberapa saat setelah menyantap menu makan siang yang didistribusikan oleh satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg. Tyas Pranadani mengonfirmasi bahwa gejala keracunan mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 09.00 WIB. Sebagian besar korban dievakuasi ke RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya dan Puskesmas Tembok Dukuh.
"Data sementara yang kami terima mencapai 200 siswa dari 12 sekolah. Sekitar 100 anak ditangani di RS IBI, sisanya di Puskesmas dan ada tim yang jemput bola mendatangi sekolah karena gejalanya ringan," ujar drg. Tyas.
Beberapa sekolah yang terdampak signifikan di antaranya adalah SD Pancasila 45 dan SD Tembok Dukuh. Di SD Pancasila 45 sendiri, dilaporkan sebanyak 71 murid dan 4 guru mengalami gejala serupa.
Dugaan Penyebab: Menu Olahan Daging
Berdasarkan investigasi awal dan keterangan sejumlah pendamping siswa, dugaan kuat mengarah pada komponen olahan daging dalam menu MBG hari ini.
"Menurut keterangan para guru, biasanya menu harian tidak menggunakan daging, dan baru hari ini disajikan daging. Dugaan sementara di sana, namun kami masih menunggu hasil uji laboratorium," kata drg. Tyas.
Pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab keracunan ini. Saat ini, menu yang dimakan siswa sedang dalam pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya.
"Masih kita cek ulang ya. Sampel sudah kami ambil di lokasi, kemudian masih akan kami cek di BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat) ya, bersama Dinas Kesehatan," tambahnya.
Lebih lanjut, SPPG selaku penyedia layanan langsung menarik seluruh distribusi MBG yang tersisa di wilayah tersebut agar tidak terjadi korban tambahan. Pihak SPPG juga menyatakan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya perawatan medis para korban.
"Pihak SPPG juga berkomitmen untuk membiayai seluruh pengobatan siswa," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

