Pemprov Jatim Wacana Pangkas Hari Kerja dan Super Efisiensi Anggaran
Pemprov Jatim juga berencana memperketat anggaran demi menjaga stabilitas perekonomian daerah.
TIMESINDONESIA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tengah mengkaji rencana pemangkasan hari kerja dan menerapkan super efisiensi anggaran di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberlakukan antisipasi serta kewaspadaan ini guna menyikapi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih memanas.
"Harga minyak per kemarin sudah menembus 105 US Dollar per barel, ini harus kita lakukan antispasi sangat ketat, sangat detail, kewaspadaan yang sangat tinggi. Karena kita tidak bisa memprediksi sampai kapan perang Amerika, Israel, ke Iran ini dan seterusnya," ucap Khofifah saat memimpin apel di halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (17/3/2026).
Di sisi lain, Pemprov juga berencana memperketat anggaran demi menjaga stabilitas perekonomian daerah. Termasuk dalam upaya mencegah potensi penambahan kemiskinan ekstrem melalui intervensi komprehensif.

"Oleh karena itu, hal-hal yang harus dilakukan, sumber anggarannya dari mana? Dari super-super efisiensi anggaran yang harus kita lakukan," tegasnya.
Super efisiensi anggaran itu termasuk mencermati ulang struktur anggaran daerah serta opsi penyesuaian hari kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor dengan sistem luring sebagai langkah menekan konsumsi energi.
"Apakah misalnya format 4 hari kerja, apakah format 3 hari kerja, apa 2 hari kerja, yang lain ini dalam keadaan kerja secara offline ya, yang kerja secara online tentu tidak boleh dianggap libur. Mereka tetap harus menjaga productivity," paparnya.
Kendati demikian, Khofifah memastikan kebijakan ini tidak akan mengganggu layanan publik esensial seperti sektor kesehatan dan pendidikan. Sementara proses simulasi berbasis data dilakukan secara bertahap dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak.
Pada kesempatan yang sama, Wagub Emil mengatakan, bahwa kondisi Jatim belum terdampak signifikan imbas konflik global selama dua pekan terakhir. Namun demikian, Jatim tidak boleh lengah.
"Sejauh ini justru boleh kami katakan situasi relatif kita syukuri, masih tergolong kondusif. Tapi, kita tidak boleh lengah, tidak boleh terlena, itu sebabnya ibu mengambil langkah proaktif seperti ini," ujar Wagub Emil.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

