Komisi E DPRD Jatim Dorong Digitalisasi Aksara Jawa dan Penggunaan Papan Nama Instansi
Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendukung peluncuran Kartu Aksara Jawa di Surabaya dan mendorong siswa SMK melakukan riset digitalisasi aksara Jawa.
SURABAYA – Pelestarian dan penguatan warisan budaya Nusantara di Jawa Timur terus bergulir. Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendorong langkah strategis berbasis kolaborasi, baik melalui media pembelajaran berbasis kartu maupun penguatan ekosistem digitalisasi aksara Jawa bagi generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, saat menghadiri peluncuran resmi Kartu Aksara Jawa di Galeri Prabangkara, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Kamis (23/7/2026).
Sri Untari menyampaikan bahwa kehadiran media edukasi inovatif ini merupakan wujud nyata komitmen bersama antara legislatif dan penggiat budaya pasca-audiensi di Gedung DPRD Jatim. Media tersebut diserahkan secara simbolis untuk mendukung penguatan muatan lokal bagi siswa jenjang SD hingga SMA/SMK.
"Alhamdulillah, apa yang sebelumnya diaudiensikan di Komisi E hari ini dapat terwujud. Ini adalah wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hadirnya ikhtiar bersama dalam menggali kembali jati diri bangsa melalui pengenalan aksara lokal," ujar Sri Untari.
Inisiasi Papan Nama Instansi dan Inovasi Teknologi SMK
Sebagai bentuk penguatan simbolis dan edukatif di ruang publik, Sri Untari menyuarakan aspirasi agar lingkungan instansi pemerintahan di Jawa Timur melengkapi penulisan papan nama kantor menggunakan aksara Jawa secara berdampingan.
Di samping itu, Sri Untari melihat potensi besar pelajar SMK jurusan teknik komputer di Jawa Timur untuk berkontribusi dalam riset pengembangan teknologi berbasis budaya. Pihaknya membuka ruang agar satuan pendidikan mengkaji integrasi sistem ketik (keyboard) dan aplikasi beraksara Jawa pada perangkat komputer.
"Ke depan, ada peluang bagus untuk menyelaraskan budaya dan teknologi. Kita mendorong anak-anak SMK di bidang komputer untuk melakukan riset digitalisasi aksara Jawa agar terimplementasi pada perangkat lunak maupun keras. Dengan begitu, akses terhadap kamus digital dan literasi kuno menjadi lebih mudah dipelajari," jelasnya.
Menurut Sri Untari, penguasaan literasi aksara Jawa memiliki nilai strategis untuk membuka cakrawala ilmu pengetahuan Nusantara yang tersimpan dalam naskah-naskah kuno, mulai dari arsitektur, astronomi, perkapalan, hingga pengobatan tradisional.
"Bangsa-bangsa besar di dunia mampu berdiri kokoh karena merawat identitas dan aksara budayanya sendiri. Leluhur kita telah membuktikan kecerdasan peradaban melalui mahakarya monumental seperti Borobudur. Oleh karena itu, penguatan literasi ini menjadi modal penting agar generasi mendatang semakin bangga akan akar budayanya," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

