Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati mendiskusikan integrasi teknologi pengolahan sampah ITS COMPOStech dan limbah air dapur SPPG di Rektorat ITS, Surabaya. (Foto: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)

KLH Jajaki Penggunaan Komposter Kilat ITS untuk Antisipasi Food Waste Program MBG

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menjajaki inovasi komposter kilat buatan ITS Surabaya untuk mengolah limbah sampah makanan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

TIMES Surabaya,Senin 27 Juli 2026, 18:37 WIB
644
Z
Zisti Shinta Maharani

SURABAYAKementerian Lingkungan Hidup RI (KLH/BPLH) menjajaki langkah taktis untuk mengantisipasi potensi lonjakan sampah makanan (food waste) dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah berencana mengintegrasikan inovasi eco-smart composter buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di jaringan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh Indonesia.

Inisiasi kerja sama tersebut mengemuka saat Menteri Lingkungan Hidup RI/Kepala BPLH, Mohammad Jumhur Hidayat, meninjau langsung jajaran teknologi hijau ramah lingkungan di Rektorat Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/7/2026).

Solusi Tuntas Sampah Dapur dari Hulu

Langkah preventif ini diambil guna memastikan program pemenuhan gizi nasional tidak memicu persoalan penumpukan sampah baru di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Inovasi ITS COMPOStech dinilai menjadi jawaban krusial karena sanggup menyulap sisa makanan menjadi pupuk kompos matang hanya dalam waktu 8 hingga 10 jam—melompati metode konvensional yang biasanya memakan waktu hingga satu bulan.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, menegaskan pentingnya ketersediaan teknologi tepat guna yang bekerja cepat di titik-titik produksi makanan skala besar.

"Dapur SPPG memproses bahan pangan dalam jumlah masif setiap hari, sehingga limbah padat maupun cairnya harus dikelola secara tuntas di tempat agar tidak mencemari lingkungan. Inovasi komposter kilat dan pengolahan air limbah ITS ini sangat ideal untuk dipaketkan langsung di dapur SPPG," ujar Jumhur di sela-sela peninjauan.

Ia menambahkan, kementeriannya bakal segera menggelar uji coba teknis bersama sebelum meresmikan kesepakatan lewat Nota Kesepahaman (MoU).

"Kami ingin segera lakukan demo teknis bersama antara Kementerian dan ITS. Setelah itu, kita tindak lanjuti melalui kerja sama resmi agar alat ini bisa difabrikasi masif," terangnya.

ITS Siap Gandeng Industri Nasional

Selain komposter, sistem penyaringan ITS Mobile Water Treatment juga disiapkan untuk mengolah limbah cair sisa proses memasak di dapur SPPG agar kembali aman saat dibuang ke saluran umum.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, mengungkapkan bahwa selain Kementerian LH, Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya juga telah menyampaikan minat serupa untuk mengadopsi komposter kilat ini di sektor perhotelan dan restoran.

Menjawab potensi permintaan nasional yang masif, ITS menegaskan kesiapannya untuk melangkah ke tahap komersialisasi.

"Pak Menteri melihat potensi alat ini untuk dipaketkan di dapur SPPG, bahkan beliau sempat bertanya kesiapan kami jika harus menyediakan hingga 10.000 unit. Tentu, jika pesanan mencapai skala besar tersebut, ITS siap menggandeng mitra industri nasional agar proses produksi berjalan cepat dengan standar mutu yang terjaga," tegas Bambang.

Sinergi antara kementerian dan perguruan tinggi teknik ternama di Jawa Timur ini diharapkan menjadi akselerator nyata menuju pencapaian target Net Zero Emission sekaligus pengelolaan sampah hulu-hilir yang berkelanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.