10 Regentstraat Surabaya, Ruang Kisah dan Rasa di Bangunan Bersejarah
Pengunjung menikmati makan malam di 10 Regentstraat di Jalan Kebon Rojo, Krembangan Selatan, Surabaya.(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

10 Regentstraat Surabaya, Ruang Kisah dan Rasa di Bangunan Bersejarah

10 Regentstraat yang menempati gedung bersejarah menggabungkan cita rasa Indonesia tempo dulu dengan sentuhan Nusantara. .

TIMES Surabaya,Kamis 30 April 2026, 11:57 WIB
13.7K
L
Lely Yuana

SURABAYABertambah satu lagi referensi tempat kuliner di Kota Surabaya melalui kehadiran 10 Regentstraat. Restoran ini memadukan nuansa heritage bangunan lama dengan sentuhan interior mewah dan hidangan khas tempo dulu.

Restoran 10 Regentstraat memang memikat karena menempati gedung bersejarah di Surabaya.

Dahulu, gedung ini merupakan Hogere Burgerschool Soerabaja (HBS), sekolah tempat Ir. Soekarno pernah belajar. Kemudian beralih fungsi menjadi Kantor Pos Surabaya. Kini dihidupkan kembali sebagai restoran dengan nuansa heritage yang kuat.

Konsep makanan di 10 Regentstraat pun tidak asal-asalan karena menggabungkan cita rasa Indonesia tempo dulu dengan sentuhan Nusantara. Seluruh hidangan disajikan dengan pendekatan modern, namun tetap terasa familiar.

Berkunjung ke 10 Regentstraat seolah bukan sekadar memanjakan lidah. Pengunjung juga bisa menyusuri jejak sejarah. Restoran yang dijadwalkan melakukan soft opening pada 1 Mei 2026 ini menghadirkan pengalaman bersantap di dalam bangunan kuno penuh nilai historis di kawasan Kebon Rojo.

Mengusung konsep kuliner Indonesia bernuansa heritage, 10 Regentstraat berdiri di lokasi yang dulunya dikenal sebagai Regentstraat, sebuah nama jalan pada masa kolonial.

article
Nasi campur 10 Regentstraat memadukan berbagai macam lauk yang sarat kisah perjalanan kuliner fusion di Surabaya.(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Angka “10” merujuk pada nomor bangunan yang kini dihidupkan kembali, sekaligus menjadi identitas yang merekatkan masa lalu dengan wajah baru kawasan tersebut.

Bukan hanya namanya yang sarat sejarah, bangunan yang ditempati restoran ini juga menyimpan cerita panjang.

Gedung tersebut merupakan bagian dari Hogere Burgerschool (HBS) Soerabaja, sekolah elit era Hindia Belanda yang berdiri sejak 1 November 1875, dan pernah menjadi tempat menimba ilmu Soekarno.

Dengan arsitektur kolonial yang masih terjaga, bangunan ini kemudian sempat difungsikan sebagai Kantor Pos Kebon Rojo, sebelum akhirnya direvitalisasi menjadi ruang publik bernilai historis.

Di tangan pengelola baru, bangunan cagar budaya kini bertransformasi menjadi destinasi kuliner yang menawarkan perpaduan suasana tempo dulu dengan sajian khas Nusantara.

Sekitar 60 pilihan menu yang dihadirkan tak hanya mengedepankan cita rasa, tetapi juga nostalgia, mulai dari bitterballen, klappertaart, hingga beragam olahan ayam, bebek, olahan hasil laut, serta hidangan tradisional seperti karedok. Untuk minuman, pengunjung juga dapat menikmati sensasi klasik melalui sajian seperti limun Cap Badak.

Steffiani Setyadji, Direktur PT Imperium Buana Sakti selaku pengelola menegaskan, bahwa konsep yang diusung bukan sekadar menghadirkan restoran biasa, melainkan pengalaman yang menyentuh memori kolektif kota.

“Kami ingin 10 Regentstraat menjadi lebih dari sekadar tempat makan. Ini adalah ruang di mana orang bisa menikmati kuliner sekaligus merasakan atmosfer sejarah Surabaya," ungkapnya, Kamis (30/4/2026).

"Bangunan ini punya cerita besar, dan kami berusaha menghidupkannya kembali lewat konsep heritage dining yang hangat, akrab, dan tetap relevan untuk semua kalangan,” ujarnya menambahkan.

Pihaknya juga berkomitmen menjaga keaslian bangunan tanpa menghilangkan kenyamanan modern dengan mempertahankan karakter arsitektur kolonial yang menjadi daya tarik utama gedung ini, lalu memadukannya dengan sentuhan modern agar tetap nyaman.

"Harapannya, masyarakat bisa menikmati pengalaman unik, yaitu makan enak sambil bernostalgia,” tambah Steffiani.

Dengan harga yang relatif terjangkau, 10 Regentstraat membuka akses bagi masyarakat luas untuk merasakan sensasi bersantap di bangunan bersejarah.

Perpaduan antara nilai sejarah, arsitektur klasik, dan kekayaan kuliner Nusantara menjadikan tempat ini bukan sekadar restoran, melainkan destinasi baru yang memperkaya wajah pariwisata Kota Surabaya. Kehadirannya juga diharapkan menjadi magnet baru bagi warga Surabaya dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara, sekaligus pengingat bahwa warisan masa lalu dapat dihidupkan kembali dengan cara yang relevan dan penuh rasa.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.