Lebaran 2026, 6 Wisata Sejarah dan Budaya Ikonik di Surabaya yang Wajib Dikunjungi
Libur Lebaran 2026 di Surabaya? Kunjungi 6 tempat wisata sejarah dan budaya mulai dari Tugu Pahlawan hingga Rumah Lahir Bung Karno yang edukatif.
Surabaya – Kota Pahlawan merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Meski didominasi dengan gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan modern, terselip wisata sejarah dan budaya yang masih terjaga.
Bagi para pelancong yang ingin menikmati waktu libur lebaran 2026 di Surabaya sembari belajar sejarah dan budaya, berikut tempat wisata yang direkomendasikan TIMES Indonesia, melansir dari beberapa sumber, diantaranya:
1. Tugu Pahlawan dan Museum 10 November
Monumen Tugu Pahlawan dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan Pahlawan Kemerdekaan Bangsa Indonesia dalam peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya. Bangunan monumen dibangun dengan bentuk menyerupai "paku terbalik" setinggi 45-yard atau 40,50 meter. Berlokasi di Jl. Pahlawan, Alun-alun Contong, Kec. Bubutan, Surabaya, monumen tersebut juga dilengkapi fasilitas sejarah, yaitu Museum 10 Nopember yang di dalamnya terdapat ratusan koleksi seperti koleksi foto, senjata rampasan dan artefak peninggalan pertempuran di Surabaya dan fasilitas pendukung lain yaitu diorama elekronik dan diorama statis.
2. Kota Lama Surabaya

Kota Lama Surabaya bermakna kota multikultural yang dihuni berbagai etnik/bangsa dari berbagai belahan dunia. Kota Lama Surabaya juga menjadi latar utama terjadinya peristiwa pemicu pertempuran 10 November 1945, yang lantas abadi dalam julukan Kota Pahlawan. Berlokasi di Jl. Rajawali, Kec. Krembangan, Surabaya, para pelancong bisa berswafoto menikmati nuansa bangunan kolonial.
3. Masjid Cheng Ho
Masjid dengan perpaduan arsitektur Tionghoa dan Islam ini berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya atau 1.000 m utara Gedung Balai Kota Surabaya.
4. Klenteng Sanggar Agung

Klenteng Sanggar Agung juga dikenal dengan sebutan Klenteng Hong San Tang. Didirikan pada tahun 1999 dan berfungsi sebagai tempat ibadah umat Tri Dharma. Klenteng yang berlokasi di Jl. Sukolilo No.100, Kecamatan Pantai Kenjeran, Surabaya ini memiliki ciri khas yaitu terdapat patung Dewi Kwan Im setinggi 20 meter dan berada di tepi laut. Patung ini menjadi daya tarik wisata dan menjadi spot foto favorit bagi siapapun yang berkunjung kesana.
5. Hotel Majapahit
Hotel Majapahit mempunyai nilai sejarah yang dibangun pada tanggal 1 Juni 1910 di Jl. Tunjungan 65 Surabaya oleh Lucas Martin Sarkies bersaudara. Bangunan yang mencerminkan arsitektur Barat ini merupakan bukti kemewahan hidup para kaum kolonial pada zamannya. Bangunan bersejarah tersebut juga merupakan saksi bisu peristiwa perobekan bendera Belanda.
6. Rumah Lahir Bung Karno
Selepasnya pindah dari Bali untuk bertugas mengajar di Surabaya, Bapak R. Soekeni dan Ibu Nyoman Rai Srimben tinggal di Pandean gang 4 No.40, Surabaya. Pada tanggal 6 Juni 1901, di rumah sederhana inilah lahir Koesno (kemudian berganti nama menjadi Soekarno) seorang putra bangsa yang menjadi Presiden pertama Indonesia.
Di Rumah Kelahiran Bung Karno ini terdapat koleksi perjalanan keluarga Bapak R. Soekeni dan Ibu Nyoman Rai Srimben sekaligus Soekarno dalam bentuk video mapping serta teknologi Augmented Reality yang memberikan pengalaman baru bagi para pengujung Rumah Kelahiran Bung Karno. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

