Kemegahan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Miliki Kubah Unik dan Toilet Standar Mekkah
Masjid Al-Akbar Surabaya, salah satu masjid terbesar di Indonesia, menawarkan fasilitas lengkap: kubah unik setengah telur, perpustakaan, poliklinik, sport center, dan menara 99 meter. Beroperasi 24 jam.
SURABAYA – Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) sebagai salah satu masjid terbesar di Indonesia tampak berdiri megah dari kejauhan. Kubahnya berwarna biru menjulang.
Masjid ini memiliki fasilitas sangat lengkap, baik untuk ibadah maupun aktivitas sosial dan edukasi. Per Maret 2026, masjid ini beroperasi 24 jam untuk melayani jemaah dan wisatawan.
Ruang utama salat memiliki kapasitas hingga 59.000 jemaah dengan desain arsitektur megah dan 45 pintu masuk.
Tempat wudhu dan toiletnya dikenal sangat bersih dan nyaman menyerupai standar di Mekkah. Ada pula toilet VIP difabel. Tersedia tiga unit toilet khusus yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Untuk kelistrikan, MAS menggunakan sistem energi surya solar cell sebagai sumber penerangan utama untuk efisiensi energi.
Fasilitas Edukasi dan Sosial
Sebagai pusat ibadah dan dakwah, di sana juga terdapat perpustakaan yang terletak di area basement. Perpustakaan ini menyediakan koleksi buku agama dan umum, termasuk area khusus anak.
Tak ketinggalan sekolah KB/RA Al Akbar berupa fasilitas pendidikan anak usia dini yang berlokasi di sisi utara masjid hingga program ngaji mulai kelas Tahsin, Tahfidz, dan Tafsir untuk dewasa dan lansia.
Mendukung layanan kesehatan, tersedia poliklinik yang berada di salah satu sudut area masjid.
Fasilitas Wisata dan Olahraga
Menara 99 meter adalah sebuah menara yang melambangkan Asmaul Husna di Masjid Al Akbar Surabaya. Menara ini dibuka untuk umum, memungkinkan pengunjung melihat panorama 360 derajat kota Surabaya.
MAS juga memiliki Sport Center (Mini Soccer) berupa fasilitas olahraga modern berupa lapangan mini soccer yang baru diresmikan di sisi timur masjid.
Kemudian, Edu Park berupa taman edukasi yang mencakup tanaman hidroponik, taman Asmaul Husna, taman bermain anak, urban farming, dan air mancur.
Aula dan Ruang Serbaguna seperti Ruang Zaitun, pun sering digunakan untuk acara pernikahan (akad/resepsi) dan pertemuan.
Lahan parkir yang sangat luas dan tertata, mampu menampung banyak kendaraan pribadi maupun bus wisata. Di sekitar masjid terdapat banyak pedagang makanan dan suvenir (Sentra Wisata Kuliner).
Sejarah Sarat Makna
Didirikan di atas tanah seluas 11,2 hektar. Masjid Al-Akbar memiliki luas bangunan 28.509 meter persegi dengan kapasitas 36.000 jemaah, berlokasi di kawasan Pagesangan Surabaya Selatan, tepatnya di tepi jalan tol Surabaya-Malang.
Masjid Al-Akbar Surabaya diproyeksikan untuk mewujudkan konsep masjid dalam arti luas, sebagai Islamic Center dengan peran multidimensi dengan misi religius, kutural dan edukatif termasuk wisata religi, membangun dunia Islam yang rahmatan lil alamin.
Masjid Al-Akbar kini menjadi landmark kota Surabaya, dan secara simbolik memperkaya peta dunia Islam, yang tentunya mengangkat citra kota ini di mancanegara.
Masjid Al Akbar sendiri dibangun pada tanggal 4 Agustus 1995 atas gagasan Mantan Wali Kota Surabaya Soenarto Soemoprawiro.
Sedangkan peletakan batu pertama oleh Wapres Try Sutrisno dan diresmikan Presiden KH Abdurrahman Wahid pada 10 November 2000.
Salah satu daya tarik Masjid Al-Akbar Surabaya, adalah keberadaan kubah masjid yang nampak berbeda dari bentuk dan warna kubah masjid umum yang ada di Indonesia.
Perbedaan warna dan sistem rancangan kubah itu dikarenakan memang dalam proses pembangunan Masjid Al-Akbar Surabaya dipergunakan sebuah teknologi baru yang jarang dipergunakan dalam proses pembangunan masjid di Indonesia.
Keunikan bentuk kubah ini ditunjang dengan bentuk kubah yang hampir menyerupai setengah telur dengan 1,5 layer memiliki tinggi sekitar 27 meter.
Bentuk ini menumpu pada bentuk piramida terpancung dalam 2 layer setinggi kurang lebih 11 meter dengan bentang tumpuan atau diameter 54 meter x 54 meter.
Pertemuan antara bentuk lengkung dan bidang datar ini menyebabkan tingkat kesulitan yang lebih rumit antara lain karena kemungkinan penutunan struktur yang lebih besar.
Walaupun demikian, persoalan itu bisa diatasi karena ditanganni oleh tim profesional yang disertai dengan program-program CAD/CAE/CAM dan FABRIC yang menghasilkan analisa struktur dan hasil produksi dengan ketelitian dan ketepatan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketepatan perhitungan dimensi-dimensi simpul dari bola baja padat dalam penyebaran gaya-gaya batangnya menunjang penampilan yang khas dan memberikan hasil yang sangat indah.
Ketepatan waktu untuk merangkai dan memasang komponen-komponen struktur di lapangan dimungkinkan oleh adanya disiplin kerja dan pengalaman dari tim pelaksana di lapangan.
Pelaksanaan ini ditunjang oleh peralatan-peralatan canggih, menara-menara bantu khusus dan dengan bantuan mesin-mesin khusus serta tower crane.
Dari keseluruhan sistem kerja itu, akhirnya didapat sebuah hasil kerja yang sangat kokoh, unik dan indah.
Sebuah space frame yang anggun, yang bisa membuat bangunan Masjid Al-Akbar Surabaya nampak teduh, luas dan nyaman.
Sebuah teknologi yang menjawab keinginan banyak kalangan, agar masjid bisa tampil utuh, tidak terlalu diganggu tiang-tiang yang seringkali merusak pemandangan.
Setelah persoalan penyangga bangunan kubah telah terjawab, muncul kemudian sebuah pertanyaan tentang teknologi apa yang akan dipergunakan sebagai penutup bangunan kubah yang besar dan agung.
Dari berbagai diskusi dan pencarian literatur, ditemukanlah sebuah produk yang sempat dipergunakan oleh beberapa masjid raya seperti Masjid Raya Selangor di Syah Alam.
Secara spesifik, produk yang dipergunakan itu ialah berupa suatu sistem penutup atap yang terdiri dari dua lapisan penutup atap. Yang pertama adalah suaru Atap Kedap Air (AKA) dalam bentuk segmen-segmen yang menumpu pada konstruksi space frame yang ada dibawahnya.
Sedangkan lapisan kedua adalah berupa panel dari bahan baja yang bersifat sangat kuat dan tahan lama yang disebut dengan Enamel Steel Panel (ESP).
Ukiran dan Kaligrafi
Salah satu keunggulan corak Masjid Al-Akbar Surabaya, yang hampir memiliki kesamaan dengan corak masjid lain di Indonesia, ialah menonjolnya corak ukiran dan kaligrafi yang menghiasi berbagai elemen di Masjid Al-Akbar Surabaya.
Hanya saja, mungkin yang agak berbeda adalah dari segi jumlah. Karena memang dalam pembangunan Masjid Al-Akbar Surabaya, banyak sekali dimunculkan ornamen ukir dan kaligrafi sebagai pelengkap struktur utama masjid.
Secara umum, kondisi ini hampir sama dengan bentuk ornamen interior masjid jaman dahulu. Di mana bentuk ukiran dan kaligrafi banyak sekali menjadi penghias masjid-masjid besar di tanah air.
Beberapa bagian yang umumnya dihiasi dengan ukiran dan kaligrafi adalah pintu, hiasan dinding di atas yang sering di ukir dengan kaligrafi, podium, dan beberapa elemen yang sering kali menghiasi masjid-masjid tempo dulu.
Di Masjid Al-Akbar Surabaya sendiri, ada beragam bentuk ukiran dan kaligrafi yang dengan mudah bisa disaksikan. Begitu hendak memasuki masjid saja, pengunjung telah disambut oleh 45 pintu ukir dari kayu jati.
Di serambi ada pula bedug besar yang memiliko ciri khas karena diukir khusus. Begitu pula dengan kentongan yang juga diletakkan di serambi depan masjid.
Begitu memasuki masjid, pengunjung akan disuguhi oleh ornamen ukir dan kaligrafi yang sangat dominan menguasai dinding-dinding masjid.
Di mihrab, di relung imam, dan di dinding-dinding utama, di tempat-tempat rak Al-Qur’an yang tersebar di seluruh penjuru masjid, ukiran-ukiran bernuansa khas indonesia menghiasi dengan cantik dan anggun.
Begitu pula pada ornamen atas yang penuh dengan kaligrafi Al-Qur’an sepanjang 180 meter dengan lebar 1 meter. Semua elemen ukir dan kaligrafi itu menambah keagungan dan keteduhan Masjid Al-Akbar Surabaya.
Elemen Arsitektur
Keindahan masjid, adalah salah satu sentuhan yang menjadi perhatian penting dalam proses pembangunan Masjid Al-Akbar Surabaya.
Karena itu, pemilihan produk pendukung masjid menjadi perhatian yang tak kalah penting dibanding dengan proses pengadaan atau pembangunan dalam bidang yang lain.
Dukungan keindahan dalam hal penerangan Masjid Al-Akbar Surabaya, dipenuhi panitia pembangunan masjid bekerjasama dengan PT. Philips Ralin Electronics.
Perusahaan ini, dengan membawa bendera besar Philips menata seluruh kebutuhan penerangan, dari kebutuhan penerangan dalam gedung, halaman, taman, hingga lampu yang menerangi kubah dan menara.
Karena kelengkapan dan kemutakhiran teknologi yang dipergunakan dalam hal penerangan itulah, maka sebenarnya yang menjadi salah satu titik keindahan Masjid Al-Akbar Surabaya, adalah ketika malam hari jika seluruh tata lampu yang dimiliki dinyalakan secara menyeluruh.
Hal ini karena penerangan Masjid Al-Akbar Surabaya, secara teknis memang telah ditata untuk bisa menjadi pemandangan yang indah dan menyejukkan ketika malam hari.
Elemen penunjang keindahan yang lain, adalah adanya berbagai elemen interior seperti hiasan kaca patri, yang telah lama tidak dipergunakan oleh masyarakat secara umum.
Padahal, kaca ukir seni ini menjadi suatu kekuatan dan keindahan tersendiri di bidang eksterior dan interior.
Hiasan kaca patri yang dipergunakan untuk elemen penunjang pembangunan Masjid Al-Akbar Surabaya, dibuat dengan sistem Triple Glazed Unit.
Yaitu pelapisan panel kaca patri atau panel bevel dengan kaca tempered dengan menggunakan bahan dan mesin-mesin buatan Amerika. Triple Glazed Unit ini selain bermanfaat menghemat energi, juga sangat baik untuk keperluan peredam suara bising.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

