TIMES SURABAYA, SURABAYA – Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur (BAZNAS Jatim) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana ekologi di wilayah Aceh dan Sumatera, Senin (26/1/2026). Total bantuan yang dikirimkan mencapai Rp6,1 miliar, terdiri dari donasi uang tunai dan barang.
Acara pelepasan bantuan ini dihadiri oleh Pembina Perwakilan BAZNAS Pusat di Jatim, Kolonel (Purn) Drs. Nur Chamdani, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jatim, Imam Hidayat, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH Ali Maschan Moesa, merinci bahwa total donasi uang yang terkumpul selama dua bulan (27 November 2025 hingga 25 Januari 2026) mencapai Rp6.162.298.397.
"Selain uang tunai, kami juga menyalurkan 160 koli bantuan barang berupa bahan makanan, pakaian baru, obat-obatan, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan sanitasi," ujar Prof. Ali Maschan Moesa.
Pelepasan truk bantuan untuk Aceh dan Sumatera dari Kantor BAZNAS Jatim, Senin (26/1/2026). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Penyaluran donasi uang diserahkan langsung kepada BAZNAS RI. Sementara itu, bantuan barang dikirimkan melalui armada truk ekspedisi menuju BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota terdampak di Sumatera.
Wujud Kedermawanan Masyarakat Jawa Timur
Prof. Ali menekankan bahwa aksi ini merupakan bukti tingginya kepedulian masyarakat Jawa Timur. Ia berharap total bantuan bisa terus bertambah hingga menyentuh angka Rp10 miliar, berkaca pada suksesnya donasi untuk Palestina yang mencapai Rp18 miliar.
"BAZNAS adalah lembaga pemerintah nonstruktural yang berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011 bertugas membantu masyarakat dalam kondisi sulit. Potensi bencana ekologis ke depan masih rentan, sehingga penguatan moril dan materiil sangat diperlukan," tambahnya.
Penyerahan bantuan secara simbolis dari BAZNAS Jatim kepada mustahik, Senin (26/1/2026). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Senada dengan hal tersebut, Pembina Perwakilan BAZNAS Pusat di Jatim, Nur Chamdani, menjelaskan bahwa saat ini Aceh dan Sumatera sedang memasuki fase relokasi pascabencana yang menelan 1.200 korban jiwa.
BAZNAS Pusat sendiri menargetkan total bantuan nasional sebesar Rp80,4 miliar untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Saat ini, dana yang terkumpul secara nasional telah mencapai lebih dari Rp60 miliar.
"Dana tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan dasar, sarana kesehatan, sekolah, hingga pembangunan sekitar 300 hunian tetap dengan anggaran Rp80 juta per unit," jelas Nur Chamdani.
Apresiasi dan Sinergi Pemprov Jatim
Kepala Biro Kesra Pemprov Jatim, Imam Hidayat, memberikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada BAZNAS Jatim. Ia menyebut Pemprov Jatim juga telah bergerak sejak awal bencana melalui pengiriman tenaga kesehatan dan pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial.
"Menembus daerah terdampak memang memiliki tantangan berat secara geografis, namun sinergi masyarakat Jatim melalui BAZNAS membuktikan empati kita sangat luar biasa untuk saudara di Sumatera," kata Imam.
Penyaluran Program Produktif untuk Mustahik
Selain pelepasan bantuan bencana, BAZNAS Jatim secara simbolis menyerahkan bantuan program rutin kepada para mustahik di Jawa Timur, antara lain:
-
Beasiswa Pendidikan: Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) untuk mahasiswa UINSA dan beasiswa tingkat SMA/SMK.
-
Pemberdayaan Ekonomi: Modal usaha untuk program Z-Chicken, Z-Auto, Z-Coffee, bantuan alat kerja (rombong), dan modal UMKM.
-
Santunan Sosial: Program dhuafa fakir berupa tunjangan rutin bulanan.
Sebagai informasi, BAZNAS Jatim menargetkan total penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah untuk mustahik se-Jawa Timur mencapai Rp57,3 miliar sepanjang tahun 2026 melalui empat pilar utama: Jatim Peduli, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, dan Jatim Takwa. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: BAZNAS Jatim Kirim Bantuan ke Aceh dan Sumatera Total Rp6,1 Miliar
| Pewarta | : Lely Yuana |
| Editor | : Deasy Mayasari |