5.000 Banser Jatim Dikerahkan untuk Amankan 1 Abad NU
GP Ansor Jawa Timur menyiagakan 5.000 personel Banser untuk mengamankan Mujahadah Kubro peringatan 1 Abad NU di Malang Raya yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
surabaya – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menyiagakan sekitar 5.000 personel untuk mengamankan pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan 1 Abad NU (Nahdlatul Ulama) yang digelar di Malang Raya.
Acara tersebut dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, sehingga sistem pengamanan disiapkan secara berlapis dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat negara.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, mengatakan koordinasi intensif terus dilakukan bersama TNI dan Polri guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan. Banyak tamu penting yang hadir, termasuk Presiden Prabowo, sehingga pengamanan harus benar-benar maksimal,” ujar Musaffa.
Menurutnya, tim gabungan telah menerapkan standar ketat, mulai dari verifikasi personel hingga sterilisasi lokasi beberapa hari sebelum acara. Prosedur tersebut juga diselaraskan dengan protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah Kota Malang.
Pengamanan lapangan dipimpin langsung oleh Kasatkorwil Banser Jatim, H. Riza Ali Faizin, dengan melibatkan Banser dari seluruh Satkorcab di Jawa Timur, khususnya wilayah Malang Raya sebagai tuan rumah.
Setiap Satkorcab telah menjalani serangkaian persiapan, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas, pembagian sektor tugas, serta survei lokasi di titik-titik vital. Personel juga dibekali pemahaman tentang protokol interaksi dengan tamu undangan, masyarakat, dan aparat keamanan.
Koordinator tuan rumah sekaligus Ketua Ansor Kota Malang, Sugiyanto, menegaskan kesiapan penuh dalam menyukseskan agenda tersebut.
“Kami bangga Malang dipercaya menjadi lokasi acara besar ini. Seluruh personel sudah siap, termasuk penataan akses, fasilitas pendukung, dan koordinasi dengan warga sekitar,” katanya.
Musaffa menambahkan, pengamanan dilakukan dengan pendekatan komprehensif, mulai dari pemantauan intelijen, pengawalan fisik, hingga kesiapan tim medis.
“Tujuan utama kami bukan hanya menjaga VVIP, tetapi juga memastikan seluruh jamaah merasa aman dan nyaman, serta menunjukkan bahwa NU mampu menggelar acara besar secara profesional,” ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




