https://surabaya.times.co.id/
Berita

PCNU Surabaya Jadi Titik Singgah Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU

Minggu, 04 Januari 2026 - 17:08
PCNU Surabaya Jadi Titik Singgah Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU Suasana di kantor PCNU Surabaya sebagai lokasi titik singgah Napak tilas isyaroh pendirian NU. (Foto: TIMES Indonesia)

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya terlibat aktif dalam pelaksanaan Napak Tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad NU versi Masehi (1926–2026) dengan menelusuri jejak perjalanan spiritual dan historis para pendiri NU dari Bangkalan hingga Jombang.

Napak tilas dimulai dari Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan dan berakhir di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. 

Surabaya sendiri menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut, baik secara geografis maupun historis dalam perjalanan organisasi NU.

Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu malam (3/1/2026) dengan kedatangan peserta di Bangkalan. Pada Ahad (4/1/2026), kegiatan dilanjutkan dengan tawajjuh dan salat Subuh berjamaah, sebelum rombongan dilepas dari Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan. Pelepasan ditandai dengan penyerahan tongkat dan tasbih sebagai simbol isyaroh restu pendirian NU.

PCNU-Surabaya-1.jpg

Peserta kemudian menempuh perjalanan jalan kaki menuju Pelabuhan Kamal dan menyeberang ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Setibanya di Surabaya, rombongan melaksanakan ziarah dan tahlil di Kompleks Makam Sunan Ampel sebelum melanjutkan perjalanan ke Kantor PCNU Surabaya.

Kantor PCNU Surabaya dipilih sebagai salah satu titik persinggahan karena nilai historisnya. Lokasi tersebut tercatat sebagai kantor lama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), tempat berbagai aktivitas dan keputusan organisasi pernah dijalankan pada masa awal perkembangan NU.

Di lokasi tersebut, rombongan disambut jajaran pengurus PCNU Surabaya. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya napak tilas sebagai upaya merawat ingatan sejarah dan nilai-nilai keulamaan NU.

H. Ir. Masduki Toha, Ketua PCNU Surabaya, menyampaikan bahwa napak tilas ini menjadi sarana pengingat perjalanan lahirnya NU yang tidak terlepas dari peran ulama dan pesantren.

Ia menjelaskan, jalur Bangkalan–Surabaya–Jombang merupakan lintasan penting dalam sejarah NU, baik dari sisi sanad keilmuan maupun perkembangan organisasi.

PCNU-Surabaya-2.jpg

Dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jombang menggunakan kereta api dari Stasiun Gubeng. Setibanya di Jombang, peserta kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pondok Pesantren Tebuireng.

Kegiatan napak tilas ditutup di Asta Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng. Di lokasi tersebut, dilaksanakan penyerahan tongkat dan tasbih sebagai simbol kelanjutan isyaroh, disertai tahlil dan doa bersama.

PCNU Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU 2026 dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk panitia nasional dan lokal, Banser, relawan, serta aparat keamanan yang mengawal kegiatan sepanjang Bangkalan–Surabaya–Jombang.

Napak tilas ini menjadi bagian dari upaya NU menjaga kesinambungan sejarah, tradisi keulamaan, dan nilai kebangsaan yang telah mengiringi perjalanan jam’iyyah sejak awal berdirinya. (*)

Pewarta : Hainor Rahman
Editor : Hainorrahman
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.