https://surabaya.times.co.id/
Berita

Jurnalisme Solusi, Kunci Mitigasi Bencana di Jawa Timur

Kamis, 28 Agustus 2025 - 20:57
Jurnalisme Solusi, Kunci Mitigasi Bencana di Jawa Timur Poster 1 Dekade TIMES Indonesia: Jurnalisme Solusi dan Mitigasi Bencana Indonesia. (Foto: YouTube)

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Tidak hanya mengenang perjalanan, peringatan 1 Dekade TIMES Indonesia diisi dengan refleksi penting tentang bagaimana jurnalisme hadir sebagai solusi.

Hal itu tampak dalam Dialog Jurnal 9 Siang yang digelar Kamis (28/8/2025) dan disiarkan langsung TV9 Nusantara dengan tema “Jurnalisme Solusi dan Mitigasi Bencana di Indonesia.”

Empat narasumber dihadirkan, yaitu Pemimpin Redaksi TIMES Indonesia Yatimul Ainun, Kepala BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, pakar komunikasi Universitas Airlangga Suko Widodo, serta jurnalis TIMES Indonesia sekaligus penulis buku dokumenter Discover Disaster | The Chief Series: Khofifah Indar Parawansa, Lely Yuana.

Diskusi yang berlangsung selama satu jam itu terasa lebih dari sekadar bincang-bincang televisi. Ada semangat kolektif untuk menempatkan literasi kebencanaan sebagai kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang hidup di negeri cincin api.

Dalam dialog tersebut, Suko Widodo menekankan urgensi literasi bencana. Ia mengingatkan, pemahaman masyarakat terkait risiko tidak boleh hanya berhenti pada imbauan atau berita singkat yang bersifat sesaat.

“Tahu tentang alam itu menjadi kewajiban bagi warga negara untuk mendapatkan informasi yang memadai. Bahkan, mereka juga terlibat di dalam proses-proses penyiapan jika ada bencana,” tegasnya.

Menurutnya, penyebaran pengetahuan harus dilakukan melalui media massa, buku, pendidikan formal, hingga ruang publik. Dengan begitu, kesadaran bencana tidak hanya muncul saat peringatan bencana atau setelah bencana terjadi, melainkan tertanam sebagai pengetahuan dasar masyarakat.

Suko juga menekankan perlunya pendidikan kebencanaan sejak usia dini.

“Penanganan bencana bukan hanya urusan pemerintah atau media, tapi juga tanggung jawab semua warga, termasuk universitas. Saya mendorong adanya diskusi atau siaran semacam ini. Kita hidup di tengah-tengah bencana. Kita akan celaka kalau tidak bersiap menghadapi ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut selaras dengan pemaparan Lely Yuana, yang berusaha meningkatkan dokumentasi penanganan bencana di Indonesia dengan bahasa naratif yang lebih mudah dipahami melalui bukunya, Discover Disaster.

“Buku itu tidak hanya berisi informasi dan laporan lapangan, tetapi juga menceritakan kisah-kisah yang menunjukkan perjuangan dalam menghadapi bencana,” ujar Lely.

Gelaran ini bukan hanya menjadi ajang perayaan usia TIMES Indonesia yang ke-10, melainkan juga momentum untuk menegaskan peran media di tengah ancaman bencana yang terus membayangi Indonesia.

Dari dialog tersebut, jelas bahwa semua orang bertanggung jawab untuk memahami bencana. Media berperan dalam penyebaran informasi, akademisi memberikan pandangan ilmiah, pemerintah menyediakan sistem dan data, sementara masyarakat terdorong untuk belajar aktif. (*)

Pewarta : Siti Nur Faizah
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.