Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Dinilai Lambat, Khofifah: Upaya Percepatan Sudah Dilakukan
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat ditemui di RS Bhayangkara, Surabaya. (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)

Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Dinilai Lambat, Khofifah: Upaya Percepatan Sudah Dilakukan

Gubernur Khofifah menekankan bahwa tim profesional yang menangani korban Ponpes Al Khoziny terus bekerja dengan penuh kehati-hatian dalam proses evakuasi dan penyelamatan.

TIMES Surabaya,Jumat 3 Oktober 2025, 22:25 WIB
19.6K
S
Siti Nur Faizah

SurabayaHari kelima pasca ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, keluarga korban keluhkan cara kerja tim SAR Gabungan yang dinilai lambat melakukan evakuasi.

Merespon hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa tim profesional terus bekerja dengan penuh kehati-hatian dalam proses evakuasi dan penyelamatan.

Selain itu, tim LDP (Layanan Dukungan Psikososial) dari Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur telah siaga di lokasi bencana dan terus melakukan pendampingan kepada keluarga korban.

"Tim LDP dari dinsos sudah standby di sana dan terus melakukan pendampingan," ujar Khofifah, Jumat (3/10/2025) saat ditemui di RS Bhayangkara, Surabaya. 

Ia mengakui adanya keinginan kuat dari anggota keluarga untuk ikut membantu evakuasi, namun Khofifah kembali menegaskan bahwa seluruh proses harus dilakukan oleh tenaga ahli.

"Saya mendengar bahwa mereka sering ingin membantu evakuasi, kemarin pun saya sudah menjelaskan, semua ini dilakukan penuh kehati-hatian dan oleh orang-orang yang sangat profesional," tegasnya.

Demi mempercepat proses evakuasi yang tetap mengutamakan keselamatan, lanjut Khofifah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah mengerahkan alat berat tambahan.

"Kemarin crane mulai beroperasi, dimungkinkan untuk menambah crane maka Pemprov menambah itu," jelasnya. 

Selain crane, Pemprov juga menambah alat untuk pembongkaran. "Untuk percepatan dibutuhkan breaker, Pemprov juga menambah itu," imbuh Khofifah. 

Meski berbagai upaya percepatan sudah dilakukan, Gubernur memastikan prinsip kehati-hatian tetap menjadi yang utama.

"Berbagai upaya percepatan sudah dilakukan tapi semuanya tetap harus dengan sangat hati-hati, karena kita harus melakukan kewaspadaan. Di bawah itu masih ada santri-santri yang tetap harus mendapatkan perlakuan yang baik," tandasnya. 

Sebagai informasi, proses identifikasi korban Ponpes Al Khoziny dilakukan di RS Bhayangkara, Surabaya. Sebanyak 8 korban sedang menjalani proses identifikasi. Sehingga total korban meninggal sebanyak 13 orang. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Siti Nur Faizah
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.