Jelang Haji 2026, Khofifah Dorong Doa untuk Stabilitas Arab Saudi
Gubernur Jatim Khofifah mengajak umat Islam mendoakan Arab Saudi tetap aman jelang haji 2026, sekaligus menyoroti pentingnya jaminan keamanan jemaah di tengah dinamika Timur Tengah.
JAKARTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak umat Islam mendoakan Arab Saudi agar tetap aman dan kondusif menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026.
Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri undangan buka puasa (iftar) Ramadan dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Faisal Abdullah H. Amodi, di Ambassador Residence, kawasan Menteng, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah memanfaatkan momentum silaturahmi untuk membuka dialog terkait sejumlah isu strategis, khususnya menyangkut keamanan dan kenyamanan jemaah umrah dan haji Indonesia di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.
Ia menegaskan, Arab Saudi merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Karena itu, hubungan yang erat antara kedua negara dinilai krusial untuk memastikan kualitas pelayanan bagi jemaah.
“Silaturahim Ramadan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk menguatkan hubungan persahabatan Indonesia dan Arab Saudi. Pada saat yang sama, kami juga menyampaikan harapan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, agar jemaah umrah dan haji dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar di Tanah Suci,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi penyumbang jemaah haji dan umrah terbesar di Indonesia. Setiap tahun, ribuan jemaah berangkat ke Tanah Suci sehingga perkembangan situasi di Timur Tengah menjadi perhatian serius masyarakat.
“Jumlah jemaah dari Indonesia sangat besar, dan Jawa Timur termasuk penyumbang terbesar. Karena itu, kami berharap jemaah Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, mendapatkan pelayanan terbaik serta jaminan keamanan selama beribadah,” tegasnya.
Selain pelayanan jemaah, pertemuan tersebut juga membahas situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Khofifah berharap berbagai ketegangan yang terjadi dapat segera mereda dan berujung pada perdamaian yang berkelanjutan.
“Kita semua berharap situasi geopolitik di Timur Tengah segera menuju perdamaian. Kita tentu tidak ingin konflik berkepanjangan, apalagi sampai memicu perang di kawasan tersebut,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan bahwa Mushaf Madinah—hadiah dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud—telah didistribusikan kepada masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat syiar Islam.
“Kami juga menyampaikan kepada Duta Besar bahwa Mushaf Madinah hadiah dari Raja Salman telah kami bagikan kepada masyarakat Jawa Timur. Ini menjadi bagian dari syiar yang sangat bermanfaat bagi umat,” katanya.
Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, khususnya Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud serta Putra Mahkota Mohammed bin Salman, atas berbagai upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji dan umrah.
Ia menilai pengembangan infrastruktur, peningkatan sistem layanan, serta penguatan manajemen penyelenggaraan ibadah yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi berdampak positif bagi kenyamanan dan keamanan jemaah, termasuk dari Indonesia.
“Kami merasakan berbagai pengembangan tersebut sangat membantu jemaah Indonesia, termasuk dari Jawa Timur, dalam menjalankan ibadah dengan lebih tertib, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Faisal Abdullah H. Amodi, menyampaikan apresiasi atas hubungan erat antara Indonesia dan Arab Saudi. Ia juga menilai Indonesia memiliki peran strategis dalam mendorong perdamaian global.
“Suara Indonesia sangat dinantikan dan memiliki pengaruh besar dalam percaturan global. Kami berharap Indonesia dapat terus berperan aktif dalam menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jawa Timur Lilik Pudjiastuti. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

