https://surabaya.times.co.id/
Berita

Gubernur Khofifah Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya

Kamis, 08 Januari 2026 - 10:23
Gubernur Khofifah Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Gubernur Khofifah menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo sebagai bukti dedikasi luar biasa dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2025, Rabu (7/1/2026).(Dok.Humas Pemprov Jatim)

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto. 

Tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ini diberikan pada Gubernur Khofifah atas dedikasi dan kontribusi  luar biasa dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan Nasional sepanjang tahun 2025.

Sebelumnya, penghargaan serupa juga pernah diterima Gubernur Khofifah atas prestasi di Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Bidang Kelautan. 

“Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja dan komitmen bersama seluruh elemen di Jawa Timur dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya para petani, Gapoktan, Kepala Daerah, serta Forkopimda dan berbagai dukungan Kementan RI,” ” kata Gubernur Khofifah saat menerima penghargaan dalam kegiatan "Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan" di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). 

Penghargaan-Khofifah.jpg

Bukan tanpa alasan, penghargaan ini diberikan pada Gubernur Khofifah. Sepanjang 2025, Provinsi Jatim berhasil menjadi provinsi produsen padi dan beras tertinggi nasional. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) rilis 5 Januari 2026, produksi padi Jatim mencapai 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan produksi beras mencapai 6.096.344 ton.

Angka tersebut tercatat mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2024 masing-masing 9,27 juta ton GKG padi dan 5,35 juta ton beras. 

Prestasi ini berhasil mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai provinsi lumbung pangan yang menjadi pilar kedaulatan pangan nasional.

Jawa Timur sendiri berhasil menjadi produsen padi dan beras tertinggi nasional setelah mengungguli Jawa Barat sebanyak 10.240.405 ton GKG padi dan 5.913.651 ton beras serta Jawa Tengah sebanyak 9.409.108 ton GKG dan 5.410.794 ton beras sepanjang 2025. 

Keberhasilan ini disebutnya juga didorong oleh berbagai program strategis, mulai dari mekanisasi pertanian, penyediaan bibit unggul, hingga pengelolaan irigasi yang efektif melalui pompanisasi dan renovasi saluran air.

Melalui kerja keras dan sinergi tersebut, sektor pertanian Jatim tercatat terus mengalami kenaikan.

Luas panen padi Jatim pada 2024 yaitu 1.616.985 hektar meningkat menjadi 1.842.519 hektar atau 13,95% di tahun 2025. 

Peningkatan ini ditopang oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 sebesar 2.426.073 hektar.

"Kenaikan produksi padi dan beras kita di tahun 2025 tercatat paling tinggi dalam lima tahun. Kenaikannya sangat signifikan yaitu 13,89% sepanjang 2020 - 2025. Ini artinya komitmen dan kerja keras kita sangat berdampak," ujar Gubernur Khofifah. 

Ia juga menegaskan, capaian swasembada ini bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang harus terus dijaga dan ditingkatkan keberlanjutannya. 

Khofifah meyakini, dengan konsistensi dari seluruh pihak seperti saat ini, bukan tidak mungkin akan mendukung Indonesia menuju swasembada pangan yang juga berkelanjutan. (*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.