https://surabaya.times.co.id/
Berita

Peneliti Universitas Ciputra Ubah Limbah Cangkang Menjadi Emas Putih Kolagen Halal

Jumat, 09 Januari 2026 - 14:07
Peneliti Universitas Ciputra Ubah Limbah Cangkang Menjadi Emas Putih Kolagen Halal Cangkang telur terasidifikasi dan membran cangkang telur (ESM).

TIMES SURABAYA, SURABAYA – Setiap hari, jutaan butir telur dikonsumsi masyarakat Indonesia. Di balik manfaat gizinya, tersisa satu persoalan yang kerap luput dari perhatian: limbah cangkang telur.

Penelitian terkait pemanfaatan limbah cangkang telur terus menunjukkan perkembangan signifikan. Seperti yang dilakukan oleh Tim Peneliti Universitas Ciputra Surabaya yang menemukan potensi ekstraksi kolagen halal dari membran cangkang telur atau eggshell membrane (ESM), yang dinilai memiliki peluang pasar tinggi di sektor kosmetika, kesehatan, hingga farmasi.

Peneliti utama, Joko Sulistyo, menjelaskan bahwa konsumsi telur nasional yang masif—baik di rumah tangga, industri pangan hingga usaha kuliner—menyisakan limbah cangkang dalam volume besar setiap harinya. Namun sebagian besar limbah tersebut berakhir tanpa pemanfaatan dan menimbulkan persoalan lingkungan.

“Dalam cangkang telur terdapat membran yang kaya kolagen dan senyawa bioaktif lain. Selama ini, nilai ekonomi komponen tersebut belum banyak disentuh,” kata Joko di Surabaya, pekan ini.

Tim peneliti Universitas Ciputra terdiri dari Joko Sulistyo, Mitha Ayu Pratama Handojo, serta Agoes Tinus Lis Indrianto. Mereka berkolaborasi dengan Tim Peneliti PT Andara Cantik Indonesia yang dipimpin Fanny Lia Sutanto.

Joko-Sulistyo.jpgKetua Tim Peneliti Universitas Ciputra, Joko Sulistyo.

Menurut Joko, kolagen ESM menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan sumber konvensional seperti sapi, ikan, maupun babi. Selain ketahanan aspek halal, penggunaan limbah sebagai bahan baku dinilai lebih ramah lingkungan, efisien biaya, dan mendukung ekonomi sirkular.

“Potensi hilirnya sangat kuat karena tren skincare, suplemen kesehatan, dan bahan aktif farmasi untuk kolagen terus meningkat. Industri membutuhkan sumber kolagen yang halal, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kolaborasi dengan industri juga menjadi kunci percepatan hilirisasi. Penelitian ini lolos pendanaan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas Kemendiktisaintek dengan skema Riset Sinergi, yang mensyaratkan kerja sama akademisi–industri agar inovasi tidak berhenti pada publikasi ilmiah.

Dalam skema tersebut, PT Andara Cantik Indonesia berperan sebagai mitra hilirisasi dengan basis bisnis pada sektor skincare dan serum. Perusahaan tersebut disiapkan sebagai lokasi proses ekstraksi kolagen sekaligus validasi produk untuk kebutuhan pasar.

tim-peneliti.jpg

Keberhasilan riset ini memperoleh apresiasi dalam bentuk Inovasi Suroboyo Award 2025 untuk kategori Agribisnis dan Energi Baru dan Terbarukan. Penghargaan tersebut menegaskan bahwa inovasi berbasis limbah dan keberlanjutan memiliki dampak ekonomi sekaligus ekologis.

Kerja sama juga berkembang dengan sektor hulu. Pada tahun kedua pengembangan (2026), proyek ini direncanakan menggandeng PT Farming Jaya Bandung sebagai pemasok bahan baku dengan kapasitas 3.500 cangkang telur per hari. Pasokan itu akan memastikan keberlanjutan rantai produksi dari peternakan hingga fasilitas PT Andara Cantik Indonesia di Sidoarjo.

Upaya tersebut diproyeksikan membangun rantai nilai kolagen halal berbasis limbah sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar kosmetika dan kesehatan.

“Jika rantai ini terbentuk sepenuhnya, Indonesia tidak hanya mampu mengurangi limbah, tetapi juga mengekstrak nilai tambah yang sebelumnya hilang,” kata Joko. (*)

Pewarta : Wahyu Nurdiyanto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.