TIMES SURABAYA, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Mujahadah Kubro 1 Abad NU sejatinya merupakan sebuah ketukan pintu langit, di mana lebih seratus ribu hati menyatu dalam ikhtiar batiniah.
Menurutnya, doa-doa yang dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan perlindungan, agar perjalanan NU, Jawa Timur, dan bangsa Indonesia ke depan senantiasa berada dalam naungan keberkahan.
“Mujahadah Kubro ini adalah ikhtiar batiniah yang sangat penting. Kita berharap doa-doa yang dipanjatkan bersama dapat menguatkan ikhtiar lahiriah dalam mewujudkan Jawa Timur dan Indonesia yang aman, damai, serta penuh keberkahan,” ujarnya saat meninjau kesiapan Stadion Gajayana Kota Malang jelang dilaksanakannya rangkaian kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Rabu (4/2/2026).
Momentum 1 Abad NU, lanjut Khofifah, menjadi pengingat atas kontribusi besar NU dalam menjaga persatuan, merawat kebangsaan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Karena itu, Mujahadah Kubro diharapkan tidak hanya memperkuat dimensi spiritual warga Nahdliyin, tetapi juga meneguhkan peran NU dalam kehidupan kebangsaan.
Lebih lanjut Gubernur Khofifah mengapresiasi sinergi yang terbangun antara PWNU Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, sinergi inilah yang menjadi kunci agar Mujahadah Kubro 1 Abad NU dapat berlangsung dengan lancar, tertib, aman, dan khidmat. (*)
| Pewarta | : Lely Yuana |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |