Investasi Jawa Timur 2025 Tembus Rp147,7 Triliun, Lampaui Target Renstra
Realisasi investasi Jawa Timur tahun 2025 mencapai Rp147,7 triliun, melampaui target Renstra. Kontribusi PMDN, PMA, dan sektor UMKM jadi motor ekonomi Jatim.
Surabaya – Provinsi Jawa Timur (Jatim) menutup tahun 2025 dengan catatan ekonomi yang impresif. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,85 persen, realisasi investasi di wilayah ini menunjukkan akselerasi yang prestisius, hasil kolaborasi apik antara pemerintah dan sektor dunia usaha.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim mencatat adanya lonjakan tajam dalam realisasi modal asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN) selama lima tahun terakhir. Pada 2025, total investasi mencapai Rp147,7 triliun, tumbuh 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren positif ini terlihat sejak 2021 yang mencatat Rp79,5 triliun, melonjak ke Rp110,3 triliun (2022), Rp145,1 triliun (2023), hingga Rp147,3 triliun pada 2024. Strategi investasi yang inklusif dan aman menjadi kunci utama di balik angka-angka tersebut.
Melampaui Target Strategis
Kepala DPMPTSP Jatim, Dyah Wahyu Ermawati, mengungkapkan bahwa capaian tahun 2025 ini telah melampaui target Rencana Strategis (Renstra) 2025-2026 yang dipatok sebesar Rp147,5 triliun.
"Capaian ini setara dengan 100,1 persen dari target. Realisasi investasi di Jatim berkontribusi sebesar 7,5 persen terhadap total nasional, menempatkan Jawa Timur di posisi ketiga setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta," ujar Erma, Rabu (24/2/2026).

Secara rinci, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp101,8 triliun atau 9,9 persen dari total nasional. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar 4,8 persen terhadap nasional atau setara USD 2,7 miliar.
UMKM Jadi Motor Penggerak dan Padat Karya
Investasi di Jatim terbukti tidak hanya menyasar proyek skala besar, tetapi juga ramah bagi pelaku UMKM. Erma mengapresiasi para pelaku usaha kecil yang tertib melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Hal ini membuktikan bahwa investasi Jatim menyentuh sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas.
Lima daerah penyumbang investasi UMKM terbesar di Jatim meliputi:
-
Kota Surabaya: Rp0,5 triliun (19,8%)
-
Kabupaten Lumajang: Rp0,5 triliun (18,4%)
-
Kota Malang: Rp0,2 triliun (8,4%)
-
Kabupaten Sidoarjo: Rp0,2 triliun (6,7%)
-
Kabupaten Gresik: Rp0,1 triliun (3,6%)
Sektor perdagangan dan reparasi menjadi kontributor tertinggi (38,6%), disusul jasa lainnya, konstruksi, perhotelan, serta industri makanan.
Performa Kuartal Terakhir
Memasuki triwulan IV tahun 2025, realisasi investasi non-UMKM di Jatim menyentuh angka Rp40,7 triliun. Performa PMDN pada periode ini sangat kuat dengan kontribusi 12,1 persen terhadap nasional, mengukuhkan posisi Jatim di jajaran elit investasi Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi sinergi antara investor dan pemerintah daerah, termasuk menjamin iklim usaha yang kondusif dan bebas dari praktik premanisme demi keberlanjutan ekonomi daerah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



