Investasi Jawa Timur 2025 Tembus Rp147,7 Triliun, Lampaui Target Renstra
TIMES Surabaya/Tren realisasi investasi Jatim selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan pesat. (Foto: Dok.DPMPTSP Jatim )

Investasi Jawa Timur 2025 Tembus Rp147,7 Triliun, Lampaui Target Renstra

Realisasi investasi Jawa Timur tahun 2025 mencapai Rp147,7 triliun, melampaui target Renstra. Kontribusi PMDN, PMA, dan sektor UMKM jadi motor ekonomi Jatim.

TIMES Surabaya,Rabu 25 Februari 2026, 20:28 WIB
661
L
Lely Yuana

SurabayaProvinsi Jawa Timur (Jatim) menutup tahun 2025 dengan catatan ekonomi yang impresif. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,85 persen, realisasi investasi di wilayah ini menunjukkan akselerasi yang prestisius, hasil kolaborasi apik antara pemerintah dan sektor dunia usaha.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim mencatat adanya lonjakan tajam dalam realisasi modal asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN) selama lima tahun terakhir. Pada 2025, total investasi mencapai Rp147,7 triliun, tumbuh 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren positif ini terlihat sejak 2021 yang mencatat Rp79,5 triliun, melonjak ke Rp110,3 triliun (2022), Rp145,1 triliun (2023), hingga Rp147,3 triliun pada 2024. Strategi investasi yang inklusif dan aman menjadi kunci utama di balik angka-angka tersebut.

Melampaui Target Strategis

Kepala DPMPTSP Jatim, Dyah Wahyu Ermawati, mengungkapkan bahwa capaian tahun 2025 ini telah melampaui target Rencana Strategis (Renstra) 2025-2026 yang dipatok sebesar Rp147,5 triliun.

"Capaian ini setara dengan 100,1 persen dari target. Realisasi investasi di Jatim berkontribusi sebesar 7,5 persen terhadap total nasional, menempatkan Jawa Timur di posisi ketiga setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta," ujar Erma, Rabu (24/2/2026).

article

Secara rinci, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp101,8 triliun atau 9,9 persen dari total nasional. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar 4,8 persen terhadap nasional atau setara USD 2,7 miliar.

UMKM Jadi Motor Penggerak dan Padat Karya

Investasi di Jatim terbukti tidak hanya menyasar proyek skala besar, tetapi juga ramah bagi pelaku UMKM. Erma mengapresiasi para pelaku usaha kecil yang tertib melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Hal ini membuktikan bahwa investasi Jatim menyentuh sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas.

Lima daerah penyumbang investasi UMKM terbesar di Jatim meliputi:

Sektor perdagangan dan reparasi menjadi kontributor tertinggi (38,6%), disusul jasa lainnya, konstruksi, perhotelan, serta industri makanan.

Performa Kuartal Terakhir

Memasuki triwulan IV tahun 2025, realisasi investasi non-UMKM di Jatim menyentuh angka Rp40,7 triliun. Performa PMDN pada periode ini sangat kuat dengan kontribusi 12,1 persen terhadap nasional, mengukuhkan posisi Jatim di jajaran elit investasi Indonesia.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi sinergi antara investor dan pemerintah daerah, termasuk menjamin iklim usaha yang kondusif dan bebas dari praktik premanisme demi keberlanjutan ekonomi daerah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Surabaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.