https://surabaya.times.co.id/
Ekonomi

Sentra Produksi Paprika Terbesar di Jawa Timur Ternyata Ada di Pasuruan Lho

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:51
Sentra Produksi Paprika Terbesar di Jawa Timur Ternyata Ada di Pasuruan Lho Salah satu green house milik petani Buah Paprika di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan yang ternyata merupakan sentra produksi paprika terbesar di Jawa Timur. (Foto: Kominfo Pemkab Pasuruan for TIMES Indonesia)

TIMES SURABAYA, PASURUAN – Wilayah Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan yang berada di dataran tinggi, selama ini dikenal sebagai penghasil susu segar, apel dan bunga krisan. Namun selain tiga komoditi tersebut, ternyata wilayah ini juga menyimpan potensi pertanian lain, yaitu buah Paprika.

Tak main-main, Bahkan Kecamatan Tutur ternyata juga merupakan penghasil Paprika terbesar di Jawa Timur

Dengan kondisi alam yang berada di lereng pegunungan, Paprika dapat tumbuh subur dan saat ini menjadi primadona para petani sayur di Kecamatan Tutur. Para petani memanfaatkan lahan dengan membuat green house, sehingga tanaman paprika dapat diproduksi secara maksimal. 

Salah satu pembudidaya paprika adalah Eddy Sudarsono, seorang petani paprika dari Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur. Dirinya bertahun-tahun telah bergelut dengan paprika yang ia rawat di dua green house miliknya, yang ditanam sebanyak 4.000 pohon paprika dari mulai bibit hingga yang berbuah.

"Semua tergantung pangsa pasar, yang mana yang paling banyak ya kita panen, pasalnya paprika ada yang hijau, kuning dan merah," ujar Eddy. 

Eddy menjelaskan lebih lanjut, bahwa dalam setiap pohon bisa memanen antara 3-5 kilogram paprika. Paling banyak yang dipanen adalah paprika hijau, sebab jumlah permintaan cukup banyak dan harganya juga paling murah dibanding paprika merah atau kuning.

"Kalau yang hijau jualnya antara Rp 22 ribu sampai Rp 25 ribu, yang merah Rp 35 ribu per kilogram, dan kuning paling mahal sampai Rp 45 ribu per-kilogram nya," terang nya. 

Terkait pangsa pasar, paprika Tutur ternyata sangat disukai oleh para pelanggan dari ibu kota, Kalimantan hingga Papua. Jadi para petani tidak perlu repot menjualnya, pembeli langsung datang setelah panen.

"Tinggal dipanen, sudah ada yang datang untuk mengambilnya, jadi tidak perlu repot memasarkan sudah ada pemasaran sendiri," jelasnya. 

Saat ditanya omset dari penjualan paprika setiap bulannya, Eddy menegaskan bahwa per bulan ia bisa menghasilkan omset kotor hingga Rp 30 juta. Setelah dipotong dengan biaya tenaga dan perawatan, rata-rata pemasukannya mencapai Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per-bulan. 

Sementara itu, Camat Tutur Hendi Candra Wijaya menegaskan, ratusan ribu tanaman Paprika tumbuh dan berkembang di beberapa desa di Kecamatan Tutur yang secara geografis dengan ketinggian 900 mdpl di lereng Gunung Bromo.

"Hanya saja paling banyak ya di Desa Tlogosari, selain lahannya cukup luas untuk green house, juga peminatnya banyak", terangnya. 

Dengan banyaknya petani yang menanam paprika, Hendi berharap terus dikembangkan sebanyak-banyaknya untuk kesejahteraan petani dan masyarakat Kecamatan Tutur.

"Harapannya ya semakin gerkembang dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, karena di Kecamatan Tutur ini gudangnya paprika nasional," tutupnya. (*)

Pewarta : Robert Ardyan
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Surabaya just now

Welcome to TIMES Surabaya

TIMES Surabaya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.