Alat Diagnosa Sleep Apnea dan Solusi Kembalikan Tidur Nyenyak Tanpa Henti Napas
Bentuk gangguan henti napas yang paling umum adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang disebabkan karena adanya sumbatan pada saluran pernapasan.
SURABAYA – Beberapa orang tidak menyadari tengah mengalami masalah kesehatan yang disebut Sleep Apnea. Yaitu gangguan tidur ketika penderitanya mengalami henti napas selama 10 detik atau lebih.
Bentuk gangguan henti napas yang paling umum adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang disebabkan karena adanya sumbatan pada saluran pernapasan.
Beberapa gejala umum lainnya seperti mendengkur, sakit kepala, mudah lupa, sulit berkonsentrasi, letih lesu, dan suasana hati mudah berubah.
Penderitanya sekitar 25 persen perempuan dan 35 persen laki-laki. Rata-rata gejalanya terdeteksi apabila sering mendengkur dan kerap mengantuk di siang hari.
Sleep Apnea sendiri dapat terjadi hingga kurang lebih 50 kali per jam. Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, tidur terganggu, dan rasa lelah di pagi hari.
Dalam dunia kesehatan yang semakin canggih dan modern, ada sebuah alat yang mampu mendeteksi potensi gejala tersebut bernama Sleep Diagnostic Test.
Di Surabaya, Pramita Laboratorium bekerja sama dengan PT Resindo Medika menyediakan Sleep Apnea Diagnostic ketika pasien merasa mengalami ciri-ciri seperti tersebut.

Direktur PT Resindo Medika, Andini Ekawati mengatakan, cara kerja Sleep Diagnostic Test memantau pernapasan dan aktivitas tubuh selama tidur.
"Alat berupa sensor ini akan dipasang di kepala, perut, hidung, jari, dan dada. Selama tes tetap bisa beraktivitas ringan, tetapi hindarkan alat dari air," katanya, Minggu (17/5/2026).
Alat ini akan merekam sistem pernapasan dari hidung, dada, oksigen, detak jantung dan dilakukan satu malam selama 6-8 jam atau minimal 4 jam.
Pasien bisa tidur seperti biasa dengan durasi rekam minimal 4 jam. Setelah selesai, alat bisa dilepas sendiri saat bangun dan teknisi akan mengambil alat kemudian memproses hasil rekam sensor.
"Dalam satu malam, alat ini akan merekam berapa kali pasien mengalami henti napas," ucapnya seraya menunjukkan contoh hasil rekam alat.
Hasil rekam berupa kurva berwarna ungu artinya pasien berhenti napas. Apabila terdiagnosa Sleep Apnea, maka dokter akan menyarankan beberapa pilihan terapi sesuai hasil tes.
Solusi utama terapi terbaik adalah CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dan APAP (Automatic Positive Airway Pressure) yang juga tersedia di laboratorium.
Cara kerjanya mengalirkan udara bertekanan melalui masker saat tidur, menjaga saluran napas tetap terbuka, dan membantu pasien untuk bernapas lebih lancar serta tidur lebih nyenyak.
Hasil yang dirasakan tidur lebih berkualitas, mengurangi rasa kantuk di siang hari, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

